Manusia yang pertama menurut ajaran Agama Islam adalah Nabi Allah Adam, a.s dan Siti Hawa, mereka berdualah manusia pertama yang hidup di dunia ini. Setelah itu berkembanglah manusia di muka bumi ini melalui proses perkawinan Adam dan Hawa di dunia. Dari pada mereka berdua maka lahirlah anak-anak mereka yaitu Habil, Qabil, Labuda, dan Iqlima hingga Nabi Syiit. Jadi dari anak-anak mereka inilah kemudian terjadi perkawinan antar saudara atas perintah allah, karena hanya mereka sekeluarga lah umat manusia yang ada di bumi.

Perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nisa’ ayat satu yang artinya “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya* Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain**, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Keterangan* Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
Keterangan** Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Kemudian perhatikan Firman Allah yang menceritakan tentang dua orang anak Adam yang berselisih tentang perempuan antara Labuda dan Iqlima. Karena Iqlima mempunyai wajah yang cantik dari Labuda. Firman Allah SWT yang artinya “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Maidah: 27).

Perkawinan yang terjadi berdasarkan perintah allah adalah kawin silang yaitu Habil merupakan saudara kembar Labuda yang berbeda jenis kelamin, sedangkan Qabil merupakan saudara kembar Iklima yang juga berbeda jenis kelamin berdasarkan perintah allah maka Habil menikah dengan Iklima dan Qabil menikah dengan Labuda. Tapi Qabil tidak menerima karena si Labuda lebih jelek dari Iklima, sehingga terjadilah perseteruan antar Qabil dan Habil dalam memperebutkan wanita.

Lihat pula yang artinya “sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)*” (QS. Al-Ma’ariij: 39).

Keterangan* Yang dimaksud dengan ayat ini ialah, bahwa mereka, orang-orang kafir, diciptakan oleh Allah dari air mani untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh rasul. Jadi kalau mereka tidak beriman tidak berhak masuk syurga.

Lihat pula yang artinya “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata” (QS. An-Nahl: 4).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahfi ayat 37 yang artinya “kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya - sedang Dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” (QS. Al-Kahfi: 37).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 5 yang artinya “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (QS. Al-Hajj: 5).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minuun yang artinya “(13). kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik” QS. Al-Mu’minuun: 13-14).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Faathir ayat 11 yang artinya “dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah” QS. Al-Faathir: 11).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’min ayat 67 yang artinya “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al-Mu’min: 67).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Qiyaamah ayat 37-39 yang artinya “(37). Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (38). kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, (39) lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan” (QS. Al-Qiyaamah: 37-39).

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Qiyaamah ayat 37-39 yang artinya Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur* yang Kami hendak mengujinya (dengan
perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat” (QS. Al-Insaan: 2).

Keterangan* Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Mursalak ayat 20-23 yang artinya (20). Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina*? (21). kemudian Kami letakkan Dia dalam tempat yang kokoh (rahim), (22). sampai waktu yang ditentukan, (23). lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan” (QS. Al-Mursaalat: 20-23).
Keterangan* Yang dimaksud dengan air yang hina ialah air mani.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Mursalak ayat 20-23 yang artinya”(19). dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya*. (20). kemudian Dia memudahkan jalannya**. (21). kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, (22). kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali” (QS. ‘Abasa: 19-22).

Keterangan* Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.
Keterangan** Memudahkan jalan Maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

Berdasarkan beberapa keterangan ayat di atas, nyatalah bahwa setelah Nabi Adam dan Hawa, cara Allah mengembangbiakkan manusia adalah dari air mani yang tertumpah atau tercurah pada rahim wanita (intim).

Perhatikan Firman Allah SWT yang artinya “isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman” (QS. Al-Baqarah: 223).

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours