Mentari memancar dengan cerah di pagi hari, waktu itu salah seorang mahasiswa pada perguruan tinggi yang ada di Kota Singkawang melaksanakan tugas



Ilustrasi: Gajah 
Mentari memancar dengan cerah di pagi hari, waktu itu salah seorang mahasiswa pada perguruan tinggi yang ada di Kota Singkawang melaksanakan tugas hariannya di salah satu SMA yang ada di Kota Singkawang, yaitu SMA Negeri 10 Singkawang. Sedangkan Mahasiswa tersebut kuliah pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syarif Abdurrahman Singkawang. Pertama sekali ia masuk ke kelas XII IPS 2, ia diperolok-olok oleh murid-muridnya, maklum hanya Mahasiswa PPL yang masih bau cabe’. Beberapa waktu kemudian, Guru PPL tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sekitar materi yang disampaikan.

Guru PPL      :     “Ada yang ingin bertanya mengenai materi yang disampaikan, atau ada yang belum jelas?”, tanya Pak Guru PPL.
Siswa            :     “Saya, Pak…” kata salah seorang siswa.
Guru PPL      :     “Iya, kamu Andre… apa yang ingin kamu tanyakan…?”, jawab Guru PPL dan balik bertanya.
Siswa            :     “Tapi pertanyaan saya jauh dari materi Pak, bolehkah….”, jawab siswanya si Andre (bukan nama sebenarnya red).
Guru PPL      :     “Ya… tidak apa-apa, saya akan berusaha untuk menjawabnya”, jawab Guru PPL kepada si Andre.
Siswa            :     “Begini Pak, Allah kan Maha Kuasa semuanya, makanya Allah SWT disebut Maha Kuasa. Tapi,,, bisakah Allah memasukkan seekor gajah ke lubang jarum jahit?”, siswa itu bertanya sambil tersenyum-senyum. Sedangkan siswa yang lain tertawa terbahak-bahak.
Siswa            :     “Rasa dech lho… pasti kamu tidak bisa menjawabnya… tak kerjain lho ma kami…. Lho belum tau sispa kami, he he he ….”, ucap lirih siswa tersebut terdengar oleh Guru PPL.
Ternyata setahun yang lalu, kakak tingkatnya juga dikerjain oleh siswa-siswa SMA yang ada di Kota Singkawang. Bahkan berdasarkan cerita dari senior, banyak mahasiswa yang dikerjain oleh siswa menangis, terutama mahasiswi. Tapi lain dengan Guru PPL ini, ia santai… dan enjoy menerima pertanyaan seperti itu.  
Guru PPL      :     “Pertanyaan yang bagus, Andre… tepuk tangan buat Andre”, kata Guru PPL sambil tepuk tangan kecil-kecil diikuti oleh para siswa yang lainnya.
                           “Selama ini saya belum pernah menerima pertanyaan seperti itu, pertanyaan yang alay namun punya arti yang tinggi, bisakah Allah memasukkan seekor gajah ke lubang jarum jahit?. Adakah diantara kalian yang bisa menjawab pertanyaan si Andre?”, tanya Guru PPL.  
Siswa            :     “Jika kami bisa, Pak… kami tidak bertanya dengan Bapak”, jawab siswa yang lainnya, teman si Andre. Namanya adalah Maman (bukan nama sebenarnya red). Siswa yang lain tertawa terbahak-bahak. Emang ada yang lucu ya…
Guru PPL      :     “emang ada yang lucu ya”, ucap hati Guru PPL. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan kalian. Jawabnya gampang saja, Allah pasti bisa, karena Allah Maha Kuasa dan Perkasa, baginya tidak ada yang mustahil di dunia ini, apalagi hanya memasukkan seekor gajah ke lubang jarum jahit?.
Siswa            :     “Caranya, Pak…yang logika, Pak… bukan dengan menunjukkan kekuasaan Allah”, kata siswa yang lainnya. 
Guru PPL      :     “Caranya, ya… kalian mau tahu caranya ya… sebenarnya ada dua cara untuk memasukkan gajah ke dalam lubang jarum”, jawab Guru PPL.
Siswa            :     “Apa tu, Pak?!”, jawab anak-anak serentak.
Guru PPL      :     “Yang pertama adalah, Allah menjadikan gajah itu benang dan memberi label benang tersebut dengan cap gajah duduk seperti kain yang bapakmu pakai, kain cap gajah… itulah gajah yang sudah Allah masukkan ke dalam lubang jarum hingga dipakai diseluruh Indonesia.
Siswa            :     “Ooooo… hebat… hebat…lalu yang kedua, Pak.. apa?”, tanya Andre semakin semangat. 
Guru PPL      :     “Yang kedua adalah, dengan membuat jarum jahit lebih besar dari gajah, maka gajah akan lebih mudah dimasukkan oleh Allah ke dalam lubang jarum. Benar tidak…!”, jawab Guru PPL dengan santai dan balik bertanya.
Siswa            :     “Benar… benar…hebat… hebat… hebat, Pak. Logika sekali jawaban Bapak”, kata si Andre.
Guru PPL      :     “Kalian mau cerita”, tanya Guru PPL kepada seluruh siswa.
Siswa            :     “Mau Pak…”, jawab siswa serentak.
Guru PPL      :     “Baiklah, dulu Abu Nawas diuji oleh Sang Raja, lesung batunya telah pecah, dan Abu Nawas disuruh oleh Raja untuk menjahitnya. Abu Nawas diberi tempo 3 hari oleh Sang Raja, jika Abu Nawas tidak dapat menjahit lesung batu tersebut, maka Abu Nawas akan dibunuh oleh Sang Raja. Abu Nawas kebingungan, ia susah memikirkan semuanya, jika tidak dapat menjahit lesung batu tersebut, maka ia akan dibunuh. Singkat cerita, Abu Nawas kembali menemui Sang Raja, ia sudah puny ide yang akan dikhabarkannya kepada Sang Raja. Ada yang tau apa itu?”, tanya Guru PPL.
Siswa            :     “Tidak tau, Pak”, jawab anak-anak serentak.
Guru PPL      :     “Kemudian datanglah Abu Nawas mendatangi Sang Raja, raja berkata kepada si Abu Nawas. “Apakah kau sudah menjahit lesung batuku Abu Nawas?” Tanya Sang Raja. Abu Nawas menjawab. “Ampun Tuanku, hamba bias menahit lesung batu Tuanku, namun sebelumnya, hamba mohon Tuanku untuk membuat jarum dan benang dari bahan lesung batu ini, setelah itu, barulah hamba menjahit lesung batu Tuanku. Bagaimana Tuanku, esok hamba akan kemari lagi untuk menambil jarum dan benangnya”, kata Abu Nawas. Sang Raja bingung, ternyata Abu Nawas memang cerdik dan bijaksana.

Kembali kepada judul di atas, bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini, jika Allah berkehendak cukup Allah berkata Kun Payakun sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", Maka jadilah ia” (QS. An-Nahl: 40).

Firman Allah SWT yang artinya “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia” (QS. Yaasiin: 82). Jadi tidak ada yang mustahil bagi Allah Swt….apalagi hanya memasukkan seekor gajah ke lubang jarum jahit. Jika anda penasaran klik di sini  “Allah Maha Mengetahui, namun ada 1, Allah yang tidak tau!”.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours