Sekarang sudah hari pertama kita berpuasa, dari zaman Nabi Adam, a.s hingga nabi Muhammad SAW, disuruh oleh Allah SWT untuk berpuasa. Sebagaimana firmannya dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

Berdasarkan terjemahan ayat di atas, sesungguhnya umat terdahulu juga berpuasa. Pada saat ini kita sudah puasa, namun ketika kita puasa, mulut kita pasti berbau. Namun kita jangan merasa kecewa dan minder, karena bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari minyak kasturi. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang artinya “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151).

Berdasarkan judul di atas “Atasi bau mulut saat berpuasa ala Rasulullah SAW” lalu bagaimana cara Rasulullah SAW dalam mengatasi bau mulutnya saat berpuasa? Caranya adalah rajin-rajin berkumur paling tidak waktu wuduk sholat wajib atau sholat sunat, menyikat gigi mulai dari selesai sahur, bangun tidur pagi hari (kita tu ya, bukan Nabi, Nabi tidak tidur setelah sahur, langsung menunggu sholat subuh hingga pagi hari menjelang), kita lain selesai sholat subuh tidur, makan mentimun pada saat makan sahur. Apakah ada mentimun di jaman Nabi Muhammad SAW? Adalah, mentimun impor atau mentimun Arab, bukan sama dengan mentimun di Indonesia, jenisnya lainlah. Bersiwaknya saja lain, jika perlu gunakan siwak kayu.

Anda ingin membutuhkan informasi lebih banyak? Silakan klik:

Semoga artikel ini memberikan pencerahan bagi kita semua.
Share To:

Basendra Samsul

Post A Comment:

0 comments so far,add yours