Taek Lallak (tahi minyak)
sumber foto : halamanidea.blogspot.com

Minyak makan atau minyak masak adalah salah satu kebutuhan bahan pokok dapur sebagai bahan untuk memasak. Bahan untuk membuat minyak masak (minyak makan) ini terbuat dari buah kelapa atau buah kelapa sawit. Orang Sambas pada umumnya yang mempunyai kebun kelapa yang luas, sering membuat minyak masak (minyak makan) dengan cara manual, yaitu diparut secara tradisonal. Saat ini dengan kemajuan teknologi mesin untuk memarut kelapa sudah diciptakan, maka mereka pun memanfaatkan mesin tersebut. Biasanya buah kelapa yang dibuat oleh mereka berkisar 100-300 biji buah kelapa.

Salah satu pengrajin minyak kelapa atau minyak makan di Desa Sepinggan Kecil, Kecamatan Semparuk adalah Bapak Saputra, S.Pd yang mempunyai kebun kelapa lumayan luas dengan 1.000 batang pohon kelapa. Setiap tiga bulan sekali, selain dibuat kopra, bapak Saputra membuat minyak kelapa sendiri dengan dibantu oleh adiknya yang masih sekolah dibangku SMK di Singkawang.

Tahi lallak ini adalah kerak dari minyak kelapa tersebut yang berasal dari santan kelapa yang sudah matang dan mengering karena dimasak di dalam kuali, singkat katanya taek lallak ini merupakan ampas minyak kelapa. Setelah minyak dituskan (ditiriskan) maka tahi lallak tersebut akan terpisah dari minyak tersebut. Setelah itu tahi lallak tersebut dapat dimasak sesuai selera. Campuran atau bahan-bahan untuk memasak tahi lalallak adalah:

1.      Taek lallak secukupnya.
2.      Cabe merah (cabek karring) 5 buah.
3.      Minyak makan secukupnya.
4.      Bawang merah atau bawang putih (sesuai selera).
5.      Daun kesum segenggam (secukupnya).
6.      Penyedap rasa (masako atau mecin).
7.      Garam secukupnya.
8.      Air secukupnya.
9.      Udang (jika ada) atau dicampur ikan betok, ikan apa saja sesuai selera. Jika tidak ada sama sekali, dicampur ikan teri saja sudah cukup.
10.  Terung pipit (jika ada). Tapi diusahakan ada, karena semakin enak rasanya.
11.  Pucuk mengkudu secukupnya (buat lalap) enak rasanya.

Caranya: Tahi lallak ditumbuk hingga halus, kemudian tumbuk cabe merah dan bawang hingga halus.  Daun kesum dipotong (dihiris kecil-kecil), setelah itu panaskan minyak makan di dalam kuali. Setelah minyak panas, maka masukkan (tumis) cabe merah dan bawang, setelah harum dan matang, masukkan tahi lallak dan air secukupnya, setelah itu masukkan mumbu (penyedap rasa), udang atau ikan teri (ikan lainnya sesuai selera), terung pipit dan pucuk mengkudu.

Setelah semuanya menyatu di dalam kuali, biarkan hingga mendidih hingga keluar aroma yang sangat harum dari bau daun kesum serta taek lallak (tahi minyak kelapa) tersebut. Setelah matang, angkat dan dinginkan serta sajikan di atas meja makan. Rasanya enak dan menambah nafsu makan.

Sebut saja namanya Elsa Hariani Firniawaty, ia adalah seorang mahasiswa pada salah satu Univeritas yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Ia megaku dan tidak pernah rasa malu untuk memakan (konsumsi) taek lallak ini sebagai menu utamanya. Lebih asik baginya jika campuran taek lallak ini dengan terung pipit. Setiap pulang dari Pontianak, ia selalu ingin dibuatkan masakan taek lallak sama ibunya. Untung saja di Kota Singkawang masih mudah untuk mencari taek lallak (tahi minyak kelapa). Jika ia pulang ke Pontianak, maka ia akan membawa makanan khas Sambas ini ke Ibukota Provinsi Negeri Khatulistiwa. Jika ada taek lallak, maka selera makan Elsa semakin tinggi, ia merasa senang sekali dapat mengkonsumsi makanan daerah kelahiran orang tua dan kakeknya yang berasal dari Sambas (Pantai Jawai dan Sei Kelambu). 

Perlu anda ketahui, secara ilmiah, air bekas perahan minyak yang tidak terpakai, sebenarnya dapat digunakan untuk membersihkan perabotan rumah tangga yang sudah lama berkarat. Masukkan saja semua perabotan yang berkarat, misalnya sendok, mangkok, pinggan, baskom, atau barang-barang yang terbuat dari tembaga atau stanles, rendam sekitar 30 menit. Insa Allah karatan atau warna yang tadinya kusam akan cerah kembali. Air tersebut ibaratnya seperti braso atau pemutih (jika untuk pakaian).

Selamat mencoba makanan  Taek Lallak, (Tahi Minyak Kelapa) Pembuka Nafsu Makan Khas Melayu Sambas.

Taek Lallak (Tahi Minyak Kelapa) yang penulis maksud disini adalah ampas minyak kelapa yang didapatkan dari olahan untuk membuat minyak kelapa,. jadi bukan tahi dalam makna kata sebenarnya itu hanya sebutan untuk Ampas Minyak kelapa dalam bahasa melayu sambas
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours