Ritual Tahlilan
sumber foto : faisalchoir.blogspot.sg
Malam Senin tanggal 23 bulan Juni 2013 bertepatan dengan malam 15 hari bulan Sya’ban yang oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan nama “malam Nisfu Sya’ban” beitu juga dengan masyarakat Kabupaten Sambas dan sekitarnya, termasuk Kota Singkawang. Acara Nisfu Sya’ban di Kabupaten Sambas selalu diperingati oleh masyarakat pendukungnya dengan mengadakan sholat berjamaah di masjid atau di rumah tokoh masyarakat yang mempunyai hajatan. Ambil contoh di Dusun Sekadim, Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, sering melakukan acara nisfu Sya’ban di rumah tokoh masyarakat yaitu Bapak Jamel. Acara malam Nisfu Sya’ban di rumah Pak Jamel biasanya dilakukan pada malam 14 Sya’ban. Setelah itu, malam berikutnya baru di masjid dusun Sekadim, Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, yaitu di Masjid Jami’.

Nispu Sya’ban selalu diperingati oleh penduduk atau masyarakat Kabupaten Sambas, biasanya ritual atau kegiatan (bukan sesajen) dengan mengadakan yasinan dan tahlilan bersama sebanyak tiga kali. Setelah selesai bacaan yang pertama semua masyarakat dengan dipimpin oleh seorang lebai derdo’a untuk keselamatan, setelah itu diteruskan membaca yasinan yang kedua, setelah selesai berdo’a lagi minta panjang umur, yang ketiga minta “kaya”. Setelah do’a dan tahlilan selesai, barulah tuan rumah menyuguhkan makanan malam atau ngeluarkan saprahan untuk para tamu atau undangan makan.

Setelah prosesi makan-makan selesai, para tamu mulai minta diri (permisi) untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Kebiasaan masyarakat Kabupaten Sambas, biasanya setelah acara Nispu Sya’ban barulah ramai penduduk yang mengadakan sedekah nasi (ngeluarkan Sya’ban). Maka sibuklah Tok Kadi serta Pak Lebai untuk membaca do’a tahlilan atau do’a bulan Sya’ban. Tradisi ini terus dan masih dilestarikan oleh penduduk atau masyarakat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, hingga sekarang.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours