Kamis, 30 April 2015

“Puasa yang tidak diterima oleh Allah SWT”, Kultum Malam Ke 7 Ramadhan


Auzubillahimnassaitonirrojim, Bismillahirohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh.

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang dibahagian oleh Allah SWT. Malam ini adalah malam ketujuh kita melaksanakan sholat sunat tarawih dan witir serta tadarus.

Judul kultum saya beri judul dengan “puasa yang tidak diterima oleh Allah SWT”, namun sebelumnya saya akan mengatakan bahwa pahala sholat tarawih malam ini adalah (Klik di sini “FadilahSholat Tarawih Malam Ketujuh 1434 H”).    

Para jamaah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah SWT. pada bulan ini adalah bulan untuk memanen pahala sebanyak-banyaknya. Mari kita berlomba-lomba untuk meraih keuntungan yang berlipat ganda, berbuatlah kebaikan meskipun hanya sebesar zarrah, maka Allah akan membalas amal ibadah baik kita.

Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak Menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”.

Keterangan: Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau Dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah. (QS. An-Nisaa: 40).

Dan firman Allah SWT dalam surah lain, yang artinya “kamu tidak berada dalam suatu Keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh” (QS. Yunus: 61).

Para jamaah yang berbahagia, jadi berdasarkan firman Allah di atas, maka berbuat baiklah dan beramallah sebanyak-banyaknya meskipun hanya sebesar zarrah. Para jamaah puasa yang tidak diterima disisi Allah SWT adalah:
1.      anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya.
2.      suami-istri yang bertengkar (berkelahi).
3.      tetangga yang bermusuhan.   

Demikianlah kultum pada malam ini yang dapat saya sampaikan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.... Wasalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh....
    
Sumber/Daftar Pustaka:
  1. Mahfudli Sahly. 1995. Pedoman Khutbah Jum’at dari Masa ke Masa. CV. Aneka Solo.
  2. Sugianto, S.Pd.I. 2000. Kumpulan Ringkasan Kultum. CV. Contras Singkawang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...