Tegar Septian (12) atau yang dikenal dengan sebutan Tegar, seorang mantan pengamen yang kini tengah naik daun karena


Tegar
Tegar Septian (12) atau yang dikenal dengan sebutan Tegar, seorang mantan pengamen yang kini tengah naik daun karena menyanyikan lagi “Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang”, yang berasal dari daerah Subang Jawa Barat, kini telah popular di seluruh dunia. Mengapa kepopuleran si Tegar begitu cepat? Karena dunia ini hanya selebar daun kelor.

Tegar Septian adalah anak dari Ibu Ratna yang hebat dan bertuah mendapat sebutir permata di dalam rumahnya, kini rumah ibu Ratna telah terang benderanga oleh cahaya permata tersebut, dan bahkan cahayanya melambung keangkasa dan dinikmati oleh seluruh manusia dari Sabang sampai  Marauke.

Tegar yang dahulunya merupakan seorang pengamen jalan, tiba-tiba berubah nasibnya setelah tampil di youtube, ia mendapat jalan masuk ke dapur rekaman setelah melalui jalan yang panjang. Empat tahun sudah, tepatnya sejak berusia 6 tahun, ia ngamen di jalan. Kesusahan bukan lagi penderitaan akan tetapi “kesusahan” adalah suatu permainan hari-hari. Kini, tepatnya diusianya yang ke 12 namanya kian malambung, banyak tawaran manggung off air maupun on air, hingga si “Tegar” tidak lagi “tegar”.

Dengan kepopulerannya itu, banyak orang-orang yang merauf keuntungan dari si Tegar, misalnya menggandakan CD/DVD si Tegar, mencetak ulang video Tegar di youtube, wartawan, infotaimen, televisi, para artis papan atas, menjiplak dan menyanyikan lagu si Tegar, para pembisnis di ajang olah suara, dan lain-lainnya.

Kau yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu pengamen sekarang orang kaya
Dulu pecundang sekarang..... Sering di undang
Dulu bawa uang recehan sekarang bawa uang berjuta

Dulu pengamen jalanan
Sekarang penyanyi gedongan
Empat tahun ngamen bawa uang kecilan
Empat jam mentas bawa duit banyak lembaran  

Dulu kau ditendang karena tak ada uang
Sekarang kau disayang karena banyak uang
Dulu dulu dulu kau menderita
Sekarang jadi orang kaya....

Dengan melihat keadaan Tegar sekarang, akankah “Tegar” akan selalu “tegar???”, Apakah nasibnya akan selalu mulus,,,, lalu bagaimana dengan nasib “Norman Kamaru?” Apakah “tegar” juga akan hilang begitu saja di telan waktu. Mudah-mudahan “Tegar” selalu “tegar” menghadapi problema hidup yang semakin berat, dan jangan ada yang memanfaatkan keuntungan dari si “Tegar”.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours