Dalam pengertian agama samawi nabi adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya. Lebih khusus lagi terdapat istilah rasul yang dalam agama Islam dibedakan bahwa rasul memiliki kewajiban untuk menyampaikan ajaran yang diterima dari Tuhan.

Lalu timbul pertanyaan mengapa Nabi semuanya laki-laki? Karena laki-laki adalah seorang pemimpin atau kepala keluarga. Jika Nabi perempuan siapa yang akan mengurus ummat, nanti Nabi yang akan mengurus anak-anak dan rumah tangga. Dan tidak akan mengurus ummat. Siapa yang akan melayani suami, jika wanita Nabi? 

Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, nabi adalah pemimpin umat yang dipanggil Allah untuk memperingati mereka agar tidak menyimpang dari perintah-perintah Allah. Umumnya tradisi kenabian dianggap baru dimulai setelah masa Samuel, hakim terakhir yang memimpin Israel sebelum munculnya sistem monarkhi. Agama yahudi dan Nasrani juga mempunyai nabi laki-laki, tidak perempuan. Karena kodratnya laki-laki adalah pemimpin, paling tidak buat keluarganya.

Perhatikan firman Allah SWT dalam Quran Surah An Nisa ayat 34 yang artinya “kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri(1) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)(2). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (3), Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya (4). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar” (QS. An Nisa: 34).

Keterangan:
1.      (1). Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
2.      (2). Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
3.      (3). Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
4.      (4). Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

Jadi, dengan alasan di ataslah mengapa nabi itu laki-laki, dan banyak lagi alasan yang lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.




Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours