Kukenal kamu setahun yang lalu
Sedangkan engkau baru kelas tiga sd
Usia kita terpaut jauh
Engaku ibarat langit sedangkan aku ibarat bumi

Usia memang utama
Karena usia penentu kehidupan
Untuk berapa lama lagi aku hidup
Berapa lama lagi aku akan membahagiakanmu

Usiaku telah senja
Sedangkan engkau masih kuncup dan segar
Akankah engkau akan kuhirup
Akankah engkau akan aku hisap

Aku bukan siapa-siapa yang dapat kau banggakan
Aku hanya pecundang dikeheningan malam
Aku hanya seorang pelarian dari suatu tempat yang amat jauh
Aku hanya seorang papakedana yang mencari segunung permata
Aku hanya seorang musafir yang mencari cinta yang tidak pasti

Haruskah aku berlabuh didermagamu
Yang masih belum begitu rampung dan mungil
Akankah kau kuat menopang daku
Akankah kau mampu menahan segala yang datang dariku
Kejamkah aku
Bengiskah aku

Aku tahu engkau gadis yang mungil dan cantik
Aku tahu kau gadis yang imut dan manja
Aku juga tahu engkau begitu menawan mataku
Aku tahu engkau selalu menggodaku
Kau bagaikan pemandangan yang selalu menghiasi pelupukku yang sudah mulai redup
Kau selalu menghiasi benak ini yang sudah mulai pikun
Kau selalu membangkitkan darahku yang mulai habis
Kau segalanya bagiku

Jika engkau jauh, siapa aku tanpamu
Jika aku jauh, siapa kamu tanpaku
Aku tidak layak untuk kau banggakan
Aku tidak layak untuk engkau idolakan
Aku tidak layak untuk engkau cintai
Aku tidak layak untuk engkau sayangi
Karena aku bukannya Arjuna
Aku bukannya Sri Rama
Aku bukannya Dewa
Tapi aku pecundang cinta

Sembilan tahun
Semua itu mimpi
Sepuluh tahun
Semua itu mustahil
Mampukah aku
Sanggupkah aku
Mampukah dia
Sanggupkah dia
Dosakah aku
Salahkah dia
Bodohnya aku
Ada Okta dihatiku
Dan mengapa ada Okta dihatiku?

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours