Kamis, 30 April 2015

“Melawan Hawa Nafsu”: Kultum Malam Ke 2 Ramadhan


Sugianto, S.Pd.I
Auzubillahimnassaitonirrojim, Bismillahirohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh.

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang dibahagian oleh Allah SWT. Malam ini adalah malam kedua kita melaksanakan sholat sunat tarawih dan witir serta tadarus.

Judul kultum saya beri judul dengan “melawan hawa nafsu”, namun sebelumnya saya akan mengatakan bahwa pahala sholat tarawih malam ini adalah (Klik di sini “Fadilah Sholat Tarawih MalamKedua 1434 H”).    

Para jamaah yang dimuliakan oleh Allah SWT, melawan hawa nafsu itu adalah jihad yang paling besar. Pintu sorga akan terbuka bagi orang-orang yang mau menggunakan kesempatan ini pada bulan Ramadhan. Dulu pernah Allah berfirman pada Nabi Musa, As yang berbunyi “adalah umat Muhammad telah diberi dua cahaya agar mereka tidak dicelakakan oleh dua kegelapan”. Lalu Nabi Musa bertanya “Wahai Tuhanku, apakah dua cahaya itu?”. Lalu Allah SWT berfirman,”dua cahaya itu adalah cahaya bulan Ramadhan dan cahaya Al-Quran”. Lalu Nabi Musa bertanya lagi, “wahai Tuhanku, apakah dua kegeapan itu?”. Kemudian Allah SWT berfirman lagi “dua kegelapan itu adalah kegelapan di dalam kubur dan kegelapan di hari kiamat”. Itulah cerita dari dalam kitab “Durratul Wa’izhin”.

Para jamaah yang berbahagia, sehubungan dengan semua itu, mari kita beramal dengan iklas dan khusuk serta gembira. Mari kita jauhi segala perbuatan mungkar, mari kita tinggalkan kebiasaan buruk, seperti berdusta, memfitnah, menggosipkan orang, membuat isu-isu yang bukan-bukan dan lain sebagainya. Yang pastinya semua itu harus kita tinggalkan, kita harus melawan hawa nafsu kita yang akan merusak iman. Karena bagi siapa yang menurutkan hawa nafsunya itu adalah sebagian dari amalan-amalan setan yang durjana, maka nerakalah tempatnya nanti. Nauzubillahiminzalik

Pada bulan Ramadhan ini kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, kita juga menahan hawa nafsu kita dari melakukan perbuatan yang bukan-bukan atau yang tidak-tidak, melakukan sek di siang hari, juga tidak boleh.

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.... Wasalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh....

Sumber/Daftar Pustaka:
  1. Mahfudli Sahly. 1995. Pedoman Khutbah Jum’at dari Masa ke Masa. CV. Aneka Solo.
  2. Sugianto, S.Pd.I. 2000. Kumpulan Ringkasan Kultum. CV. Contras Singkawang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...