Amping Padi siap santap
sumber foto : irmadilondon.blogspot.com
Emping atau amping dalam bahasa Sambas adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari bahan baku melinjo atau padi. Jika di Sambas khususnya amping terbuat dari biji padi yang baru mulai masak (menguning yang pertama sekali). Acara membuat amping ini biasanya dilakukan oleh penduduk Kabupaten Sambas selesai beranyi (panen). Proses pembuatan amping (emping) ini tidak terlalu sulit bagi ibu-ibu yang sering melakukannya. Biasanya padi yang diambil untuk membuat amping adalah jenis padi PB (Peta Baru) atau padi sirandah (bahasa Sambas), dan ada juga yang membuat amping ini menggunakan padi pullut (ketan). Rasa amping (emping) yang terbuat dari padi ketan atau padi PB (Peta Baru) itu sangat berbeda. Jika padi pullut (padi ketan) rasanya lebih enak (pulan).

Acara atau kegiatan makan amping ini biasanya dikoordinir oleh pemuka adat di desa setempat, sebagaimana yang pernah dilakukan di Dusun Sekadim tempo dulu. Seorang pemuka adat memberikan informasi kepada seluruh masyarakat sebelum sholat Jum’at dimulai. Sepuluh menit pada saat menunggu azan sholat Jum’at itulah diumumkan bahwa minggu depan pada hari Jum’at untuk membuat amping dan dibawa ke balai sawah yang terletak di Bumi Ayu untuk dimakan bersama-sama. Namun sebelumnya, tokoh adat (tokoh agama) tersebut membaca serapah jampi atau do’a terlebih dahulu agar ditahun depan hasil panen akan lebih baik dari sekarang.

Prosesi makan amping ini sangat digemari sekali oleh penduduk Kabupaten Sambas, kegiatan ini sering dilakukan oleh masyarakat pada saat selesai panen. Biasanya yang melakukan pembuatan amping ini adalah ibu-ibu. Sedangkan Ibu-ibu ini biasanya belallek (kerjasama) dalam proses pembiatan emping ini. Cara atau proses dari pembuatan emping padi ini adalah:
1.      ambil padi yang sudah bersih dan kering sekitar 5 kg.
2.      kemudian rendam padi tersebut sekitar 15 menit.
3.      setelah itu tiriskan (tus-kan) dalam bahasa Sambas.
4.      setelah air pada padi tersebut habis (kering), maka panas kuali (wajan).
5.      setelah wajan panas, masukkan padi ke dalam wajan, lalu oseng hingga berbunyi (meletup-letup) seperti popcorn.
6.      setelah padi tadi berbunyi “meletup-letup” angkat dan masukkan ke dalam lesung.
7.      kemudian tumbuk dengan cepat dan rata dengan aluk  yang terbuat dari kayu labban atau kayu galing. 
8.      setelah semuanya leper (rata), maka angkatlah (kaut) ke dalam barreng (baskom).

illustrasi Menumbuk Padi, membuat Amping
sumber foto : www.humas.ketapang.go.id
Setelah semuanya selesai ditumbuk, maka bersihkanlah emping tersebut dengan cara ditampi dengan sebuah alat yang disebut “nyirok” (nyiru) oleh masyarakat Sambas. Setelah semuanya bersih, antah dan dedaknya habis ditampi, maka siaplah emping tersebut dimakan. Jika emping belum bersih sudah dimakan, maka dapat mengakibatkan sakit kencing.  Proses makan emping ini dapat dilakukan dengan kuah atau tidak dengan kuah, tergantung selera masing-masing. Jika ingin dibuat kuah, biasanya penduduk atau masyarakat membuatnya dengan air santan kelapa muda dan gula merah yang terbuat dari air nira kelapa.

Jika tidak menggunakan kuah, cukup saja dengan parutan kelapa setengah tua dan di campur gula merah, aduk rata-rata bersama emping tersebut. Setelah semuanya teraduk rata, maka emping tersebut siap untuk disajikan atau disantap bersama keluarga atau teman serta handataulan.

 Selamat menikmatai emping khas Kabupaten Sambas, jika anda ingin menikmati amping khas Negeri Sambas, maka datanglah ke Sambas, kami siap melayani Anda, apalagi bule-bule silakan datang ke Sambas, kami menanti Anda….!
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours