Kiamat berdasarkan Sabda Nabi Muhammad SAW
Gambaran Kiamat
Kiamat adalah hancurnya alam semesta ini beserta isinya, jadi sekarang usia bumi atau alam semesta sudah sangat tua. Jadi ingat-ingatlah kita akan kematian dan beramallah sebanyak-banyaknya untuk bekal MATI…!

Kiamat berdasarkan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya “Kiamat itu tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda, asap, Dajjal, hewan, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gempa (satu di timur, satu di barat, dan satu di jazirah Arab), dan terakhir adalah api yang keluar dari ‘Adn yang menggiring manusia ke makhsyar” (HR.  Muslim).

Allah SWT berfirman yang artinya “mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj* itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, Maka dapatkah Kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara Kami dan mereka?”.
Keterangan*: Ya’juj dan Ma’juj ialah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol (QS. Al-Kahfi: 94).

Tanda-tanda hari kiamat berdasarkan hadits tersebut adalah tanda dari hari kiamat besar, tetapi manusia (kita) tidak tahu mengenai urutannya, yang mana lebih dulu akan muncul atau akan terjadi.  Sebagaimana kita ketahui, insyaAllah, terbitnya matahari dari arah barat berarti tertutupnya pintu taubat. Dan tanda tanda datangnya hari kiamat ini hanya terjadi ketika menjelang kiamat setelah munculnya Dajjal, hewan melata, dan tanda-tanda hari kiamat lain.

Hadits-hadits lain yang membahas tentang hari kiamat itu banyak sekali, diantaranya yang artinya “Kiamat pasti terjadi, sementara dua orang sedang melakukan transaksi pakaian, namun mereka tidak sempat berjual beli atau melipatnya. Kiamat pasti terjadi, sementara seseorang sudah bersiap meminum susu untanya, tetapi dia tidak ingat untuk menenggaknya. Kiamat pasti terjadi, sementara seseorang sedang mengolah tanahnya, namun dia tidak sempat menyiramnya. Dan kiamat pasti terjadi, sementara seseorang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, tetapi dia tidak sempat memakannya “ (HR Bukhari dalam Kitab Ar Riqaaq).

Allah SWT berfirman yang artinya “Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS Al An’am: 158).


Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours