Selasa, 19 Mei 2015

Kembali Mengikuti ajaran Iblis atau Setan Dilebaran Hari Raya


Selama satu bulan penuh umat Islam diseluruh dunia menjalankan puasa, serta mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dengan melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, misalnya: melaksanakan sholat fardu, sholat sunat rawatib, tahajud, dhuha, istiqharoh, hajat, witir, mutlaq, puasa, tadarus, infak, sadaqah, menyantuni anak yatim, fakir miskin, orang-orang terlantar, membayar zakat, dan lain-lain sebagainya.

Masjid-masjid atau mushola selalu penuh dan terisi oleh para jamaah, baik dari yang kecil hingga yang besar, dari yang muda hingga yang tua, dari yang laki-laki hingga yang perempuan, dari yang nenek-nenek hingga kakek-kakek, semuanya melaksakanan perintah Tuhan Yang Maha Esa demi masa depan yang cerah (sorga) insa Allah.

Namun, semua itu hanya sesaat, semua itu hanya berlaku satu bulan saja, setelah itu mereka kembali mengikuti ajaran iblis atau setan di lebaran hari raya. Apa contoh-contohnya: “orang-orang kembali minum-minuman keras, prostitusi, padahal waktu puasa orang-orang tidak melakukannya. Orang-orang kembali membicarakan orang lain, mengumpat, fitnah, iri hati dan dengaki, serta dendam. Mereka pelesiran ketempat-tempat rekreasi, bukannya minta maaf atau ampun pada orang tua atau teman, sanak-saudara yang telah banyak melakukan kesalahan. Mereka menghabiskan uang yang banyak untuk foya-foya, beli mercun berjuta-juta, bakar sana, bakar sini, pahala puasa serta pahala ibadah lainnya hilang hanya gara-gara satu hari, semuanya sia-sia belaka.
  
Perhatikanlah beberapa firman Allah SWT dalam beberapa surat di bawah ini:
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah*. Dan berbuat fitnah** lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Keterangan *: Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah." Pendapat Ar Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.

Keterangan **: Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqarah:129).

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (QS. Al-Israa’: 32).

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim” (QS. Al-kahfi: 50).

Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka” (QS. Thaahaa: 117).

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus” (QS. Al-a’raaf: 16).

Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil” (QS. Al-Israa’: 62).

Berdasarkan beberapa arti dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa, syetan selalu akan menggoda dan menyesatkan manusia hingga menjadi golongan mereka agar dapat menemaninya di neraka. Jika semua itu terjadi pada manusia (kita), maka mintalah pertolongan kembali kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam surah Fushshilat ayat 36 yang artinya “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Fushshilat: 36).

Dalam surah lain Allah SWT berfirman yang artinya: “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” (QS. An-Nahl: 98).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...