Kata bijak atau kata mutiara dari Ir. Soekarno sang proklamator dan presiden pertama Negara Republik Indonesia. Selain namanya dan semua jasa-jasa dari beliau sampai sekarang masih di kenang, ternyata ucapan-ucapanya juga masih banyak yang melekat di pikiran dan hati rakyat Indonesia. Siapakah yang tidak kenal dengan sosok Presiden Soekarno ini, jangankan orang indonesia, orang dari mancanegarapun pada mengenal bahkan banyak sekali yang mengidolakan sosok beliau.

Untuk mengenang jasa-jasa dari beliau, penulis mencoba memberikan informasi yang masih bersangkutan dengan Ir. Soekarno yaitu tentang kata-kata mutiara bijak yang penuh dengan rasa cinta terhadap tanah air, di bawah ini.

Kata-kata bijak Ir. Soekarno

1.            Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak (Pidato HUT Proklamasi, 1963).

2.            Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri (Bung Karno).  

3.            Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia (Bung Karno).

4.            Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).

5.            Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkahpun (Bung Karno).

6.            Tidak seorang pun yang menghitung-hitung, berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).

7.            Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. 

8.            Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).
9.            Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan (Bung Karno).

10.        Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

11.        Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu, “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”, “Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).

12.        Apakah kelemahan kita? Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

13.        Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan dating (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

14.        Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

Semoga kata-kata mutiara Ir. Soekarno di atas bisa membuat kita menjadi lebih baik dan semangat untuk membangun negara kita tercinta Indonesia.



Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours