Kamis, 30 April 2015

“Jalan untuk mengenal Tuhan”: Kultum Malam Ke 18 Ramadhan


Auzubillahimnassaitonirrojim, Bismillahirohmanirrohim, Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh.

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang dibahagikan oleh Allah SWT. Malam ini adalah malam kedelapan belas kita melaksanakan sholat sunat tarawih dan witir serta tadarus.

Judul kultum saya beri judul dengan “jalan untuk mengenal Tuhan”, namun sebelumnya saya akan mengatakan bahwa pahala sholat tarawih malam ini adalah (Klik di sini “Fadilah Sholat TarawihMalam Kedelapan Belas 1434 H”).    

Para jamaah sholat Isya, Tarawih dan Witir yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah SWT, sebenarnya kita selaku umat Islam sudah lenkap pelajaran yang diberikan Tuhan di dalam Al-Quran untuk kita jadikan petunjuk, agar kita mengetahui dan mengenal adanya Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT berfirman dalam Quran Surah Al-Ikhlas yang artinya “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).

Para jamaah yang diberkati oleh Allah SWT, untuk mengenal Tuhan itu ada beberapa cara, dua diantaranya ialah:
1.            Mengenal diri kita sendiri, karena di dalam diri kita tersimpan keajaiban-keajaiban, yaitu kita tumbuh dan berkembang, mendengar dan melihat, dan banyak lagi yang lainnya. Apakah ada orang melihat dengan hidung? Apakah ada insan di dunia ini mencium dengan telinga, mendengar dengan mata, atau berjalan dengan tangan? Semuanya, apa yang sudah kita miliki sudah ketentuan dari Allah SWT. Firman Allah SWT yang artinya “(hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan” (QS. An Nisaa’: 13-14).

2.            Memandang alam dan memikirkannya, berapa luas alam, berapa banyak kehidupan, air yang tidak pernah tumpah, angin yang selalu bertiup, bintang dan bulan selalu tunduk dengan kekuasaan Allah, matahari tetap bersinar, siang dan malam silih berganti. Apakah kita tidak memikirkannya?

Para jamaah sekalian, namun yang pastinya mengenal Tuhan itu tidak mudah, dilihat dengan mata, mata buta. Didengar dengan telinga, telinga tuli. Dilihat dengan hati, hati hancur. Maka hendak mengenal Tuhan itu tiada lain hanyalah dengan ilmu-Nya.
“kenali dirimu yang rata, baru mengenal Tuhanmu yang nyata”. Kita selaku hamba sehrusnya tunduk dan patuh pada perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Demikianlah kultum pada malam ini yang dapat saya sampaikan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.... Wasalamualaikum Warohmatullahi Wabarkatuh....
    
Sumber/Daftar Pustaka:
  1. Mahfudli Sahly. 1995. Pedoman Khutbah Jum’at dari Masa ke Masa. CV. Aneka Solo.
  2. Sugianto, S.Pd.I. 2000. Kumpulan Ringkasan Kultum. CV. Contras Singkawang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...