Selasa, 19 Mei 2015

Ironisnya Banyak Muslim Merayakan Kebebasan Setan Dari Penjara Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah  bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat islam di seluruh dunia. Mengapa/ karena pada bulan Ramadhan ini keberkahan banyak menanti, pada bulan ini umat islam dapat membersihkan hati dan salah serta dosa. Pada bulan ramadhan ini setiap muslim dapat mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Dan pula pintu neraka ditutup rapat-rapat, sedangkan pintu sorga dibuka lebar-lebar.

Perhatikanlah firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 185, yang artinya “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185).

Dalam surah yang lain Allah SWT berfirman yang artinya “sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi* dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”
Keterangan *: Malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. Di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. (QS. Ad-Dukhaan: 3).

Berdasarkan arti dari ayat-ayat tersebut di atas, seharusnya manusia semakin baik untuk melakukan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, karena selama satu bulan telah belajar dan penyucian diri. Namun ironisnya banyak muslim merayakan kebebasan iblis/setan dari penjara Ramadhan. Mungkin bagi kalangan umat tertentu, mereka merasakan bahwa bulan Ramadhan yang penuh kelulian dan keberkahan ini sebagai penjara atau belenggu. Pada bulan Syawal mereka bebas kembali untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Wahai saudaraku, masih ada waktu untuk kembali kepangkal jalan, untuk memperbaiki diri, membersihkan hati dan jiwa serta rohani jasmani. Tugas kita saling menasehati, karena kita semua adalah da’i. Mungkin esok kalian yang akan memberikan nasehat kepadaku. Jangan sampai setelah Ramadhan kita banyak melakukan kembali tindakan maksiat, padahal saat bulan Ramadhan kita mengejar pahala yang begitu banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...