Selasa, 19 Mei 2015

Iblis Dan Setan Pun Ikut Berbahagia Disaat Lebaran


Kalimat indah yaitu takbir, tasbis, dan tahmid selalu berkumandang diangkasa raya pada saat hari Raya Idul Fitri atau hari Raya Idul Adha di seluruh dunia. Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan umat Islam dalam memerangi hawa nafsu mereka selama satu bulan, akan tetapi selama satu bulan itu akan habis begitu saja, karena mereka kembali lagi pada perbuatan yang dulu mereka lakukan. Sebenarnya satu bulan puasa ini adalah masa latihan untuk memperbaiki diri atas 11 bulan yang lalu, setelah lewat satu bulan (Ramadhan) seharusnya dapat diaplikasikan latihan yang satu bulan tersebut. Namun pada kenyatannya, 11 bulan akan terus mempengaruhi yang satu bulan tersebut, yaitu kembali lagi pada ajaran yang sebelas bulan. Maka iblis dan syetanpun ikut senang dan berbahagia disaat lebaran atau hari raya.

Dihari raya banyak orang kembali berperilaku seperti syetan saat lebaran atau hari raya. Misalnya mereka minum-minuman keras, zina, keluyuran, pesta pora, hingga waktu sholat terbuang begitu saja, nonton artis di mana-mana, ke tempat-tempat hiburan, mengunjingkan orang, mengupat, korupsi, masang togel, dan lain sebaginya.

Perhatikanlah firman Allah SWT dalam Surah Al-Maidah ayat 90 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah*, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al-Maidah: 90).

Keterangan *: Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

Mengenai hari raya, sebenarnya Nabi Isa putera Maryam pun menginginkan hari hari raya sebagimana firman Allah SWt dalam QS. Al-Maidah ayat 114-115 yang artinya “Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi Kami Yaitu orang-orang yang bersama Kami dan yang datang sesudah Kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah Kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), Maka Sesungguhnya aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia" (QS. Al-Maidah: 114-115).

Dan Allah SWT pun mengabulkan permohonan mereka dengan menurunkan hidangan dari langit, serta umat Nabi Isa menetapkan hari itu sebagi hari raya mereka. Perhatikan firman Allah SWT dalam (QS. Al-An’aam:128) yang artinya “Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)* dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-An’aam:128).

Keterangan *: Maksudnya syaitan telah berhasil memperdayakan manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya, dan manusiapun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu.

Jadi sekarang, buatlah keputusan, mau jadi pengikut syetan dan konco-konconya atau menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa dan mati masuk sorga tanpa dihisab (amin).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...