Google Fadhilah atau keutamaan Qiyamul Lail (sholat malam) - Cakra Wawasan
News Update :
Klik Salah satu Link, untuk menutup BANNER ini...
Home » » Fadhilah atau keutamaan Qiyamul Lail (sholat malam)

Fadhilah atau keutamaan Qiyamul Lail (sholat malam)

Penulis : ANTS EDUCATION on Jumat, 07 Juni 2013 | 07.48


Qiyamul lail adalah sholat sunat yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat fardu isya, seperti sholat tarawih (Bulan Ramadhan) dan sholat witir, sholat tahajud, sholat istiqharaoh, serta sholat hajat. Secara umum, qiyamul lail adalah perkara yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam.

Berikut beberapa fadhilah yang bersumber dari beberapa dalil dari ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits Rasulullah SAW menjelaskan berbagai keutamaannya, diantaranya:

1.            Qiyamul Lail adalah sifat seorang mukmin yang mewujudkan hakikat keimanannya. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang, apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabb-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka, sedang mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. (As-Sajadah: 15-16).

2.            Allah Azza wa Jalla memuji orang-orang yang sering menegakkan shalat pada malam hari sebagai hamba-hamba-Nya yang dimuliakan. Allah SWT berfirman yang artinya “Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka”. (Al-Furqan: 64)

3.            Pemanfaatan akhir malam adalah kedisiplinan orang-orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan pada mata air-mata air, sambil mengambil sesuatu yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya, sebelumnya di dunia, mereka adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; Dan pada akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah)”. (Adz-Dzariyat: 15-18).

4.            Allah membedakan kedudukan orang-orang yang mengerjakan shalat pada malam hari dan orang-orang yang tidak mengerjakan shalat. Allah Subhanahu Wata’ala  berfirman, yang artinya “(Wahai orang musyrik, apakah kamu yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada malam hari dengan bersujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya? Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Az-Zumar: 9).

5.            Karena keutamaan qiyamul lail yang sangat besar, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menegakkan shalat malam tersebut. Allah SWT berfirman yang artinya “Wahai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk mengerjakan shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (dari malam itu), (yaitu) seperduanya atau kurangilah sedikit dari seperdua itu, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur`ân itu dengan perlahan-lahan”. (Al-Muzzammil: 1-4).

6.            Qiyamul lail adalah bekal untuk menghadapi hari kiamat, hari yang penuh dengan kesulitan. Allah SWT memerintah di dalam Al-Quran yang artinya “Dan pada sebagian malam, bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang saat malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan tidak memedulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Apabila menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka”. (Al-Insan: 26-28).

7.            Allah menjamin kedudukan yang terpuji untuk Nabi-Nya dengan pelaksanaan shalat tahajjud. Allah SWT berfirman, yang artinya “Dan pada sebagian malam, bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (Al-Isra`: 79).

8.            Orang-orang yang menegakkan qiyamul lail pada akhir malam tergolong ke dalam orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur. Allah telah memuji mereka dalam firman-Nya, yang artinya “Yaitu) orang-orang yang berdoa, ‘Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.’ (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun pada waktu sahur”. (Ali ‘Imran: 16-17).

9.            Shalat lail adalah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat wajib. Abu Hurairah, ra. meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya “Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah, Muharram, dan seutama-utama shalat setelah (shalat) fardhu adalah Shalat Lail”.

10.        Sedekat-dekat keberadaan Allah terhadap hamba-Nya terhitung pada saat pelaksanaan shalat lail. Dalam hadits ‘Amr bin ‘Abasah, ra. Bahwa Nabi SAW telah bersabda, yang artinya “Sedekat-dekat keberadaan Allah terhadap seorang hamba adalah pada pertengahan malam terakhir. Maka, kalau engkau mampu menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, lakukanlah.

11.        Shalat Lail termasuk penyebab yang menjadikan seseorang terhindar dari fitnah sebagaimana dalam hadits Ummu Salamah. Ra yang artinya “Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam terbangun pada suatu malam lalu bersabda, ‘Subhanallah terhadap segala sesuatu yang diturunkan pada malam ini berupa fitnah dan segala sesuatu yang dibuka berupa berbagai perbendaharaan. Bangunkanlah (para perempuan) pemilik kamar karena (mereka) kadang berpakaian di dunia, (tetapi) telanjang di akhirat”.

12.        Perhatian Nabi terhadap shalat malam ini sebagai lambang hamba yang bersyukur. ‘Aisyah, ra  berkata: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengerjakan qiyamul lail sampai kedua kaki beliau pecah-pecah, maka saya bertanya, ‘Mengapa engkau melakukan ini, wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang?’ Beliau pun menjawab, ‘Tidak (bolehkah) saya suka untuk menjadi hamba yang bersyukur?.
13.        Keutamaan bagi suami istri yang menghidupkan shalat malam sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ra dari Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “llah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan istrinya. Kalau istrinya enggan, ia memercikkan air ke wajah (istri)nya. Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya. Kalau suaminya enggan, ia memercikkan air ke wajah (suami)nya.

14.        Qiyamul lail adalah kemuliaan seorang mukmin sebagaimana dalam hadits Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy bahwa Nabi SAW bersabda: Jibril datang kepadaku lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah engkau sesukamu karena sesungguhnya engkau akan meninggal. Cintailah siapapun yang engkau sukai karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Beramallah dengan (amalan) yang engkau sukai karena engkau akan mendapatkan imbalannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah shalatnya pada malam hari dan keagungannya adalah perasaan cukupnya terhadap (segala sesuatu yang berada di sisi) manusia”.

15.        Qiyamul lail adalah penggugur kejelekan dan pencegah perbuatan dosa sebagaimana dalam hadits Abu Umamah, dari Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Hendaknya kalian mengerjakan qiyamul lail karena (ibadah) itu adalah rutinitas orang-orang shalih sebelum kalian serta (ibadah) itu adalah hal yang mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, penggugur segala kesalahan, dan pencegah perbuatan dosa”.

16.        Qiyamul lail adalah salah satu hal yang mengakibatkan seorang hamba dimasukkan ke dalam surga. Dalam hadits Abdullah bin Salam, ra. beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “ Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan kerjakanlah shalat pada waktu malam ketika manusia sedang tidur. Niscaya, kalian akan dimasukkan ke dalam surga dengan keselamatan.

17.        Timbul kecemburuan terhadap orang yang mengerjakan qiyamul lail lantaran kebesaran pahala yang dia peroleh. Dalam hadits Ibnu Umar, ra Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Tidak ada hasad, kecuali terhadap dua sifat: seorang lelaki yang Allah berikan Al-Qur`an kepadanya, maka dia pun mengerjakan qiyam dengan (Al-Qur`an) itu pada beberapa waktu saat malam dan siang hari, dan seorang lelaki yang Allah berikan harta kepadanya, maka dia pun menginfakkan (harta) itu pada beberapa waktu saat malam dan siang hari”.

18.        Orang yang mengerjakan shalat malam termasuk manusia terbaik. Nabi bersabda, yang artinya “Sebaik-baik seorang lelaki adalah Abdullah bin ‘Umar andaikata dia mengerjakan shalat malam”.

19.        Orang-orang yang mengerjakan shalat malam tergolong sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah. Dalam hadits Abu Sa’id dan Abu Hurairah, ra Rasulullah, SAW bersabda, yang artinya “Apabila seorang lelaki bangun tidur pada malam hari, kemudian membangunkan istrinya, lalu keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, keduanya telah ditulis sebagai golongan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah”.
Demikian beberapa keutamaan shalat lail. Sumber: SAP Zulfiadi, MA Dosen STIT SA Singkawang.

Protected by Copyscape Web Plagiarism Checker
thumbnail Title: Fadhilah atau keutamaan Qiyamul Lail (sholat malam)
Posted by:ANTS EDUCATION
Published :2013-06-07T07:48:00-07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 7 Reviews
Fadhilah atau keutamaan Qiyamul Lail (sholat malam)
Agar Lebih Bermanfaat, Ayo Bagikan / Share artikel ini di Sosial Media anda.... :

Daftar Judul Yang Berkaitan Dengan Artikel di Atas...

Comments
0 Comments

Poskan Komentar

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Cakra Wawasan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger