Kamis, 14 Mei 2015

Bulan Ramadhan Dijadikan Ajang Pembunuhan Massal


Puasa atau saum adalah menahan lapar dan dahaga, bukan itu saja yang kita tahan saat menjalankan ibadah puasa, semua yang ada (panca indra) kita berpuasa. Dengan puasa ini kita telah membunuh dosa-dosa, membunuh perilaku buruk, membunuh hawa nafsu, membunuh karakter jelek yang ada pada diri kita, dan banyak lagi yang lainnya.

Maksud dari bulan Puasa Ramadhan dijadikan sebagai ajang pembunuhan massal ini adalah membunuh karakter-karakter buruk yang ada pada diri kita, misalnya:

1.            Mata kita pada saat bulan puasa dilarang untuk melihat-lihat yang tidak baik, misalnya aurat dari lawan jenis.
2.            Hidung dilarang mencium yang bkan hak kita, misalnya mencium cewek, mencium istri orang, mencium makanan yang dapat membatalkan puasa, dan lain-lainnya.
3.            Telinga dilarang untuk mendengarkan gunjingan atau omongan-omongan kotor atau omongan orang yang tidak bertanggung jawab (fitnah), dan lain-lainnya.
4.            Lidah dilarang untuk mengunjingkan orang lain (ngegosip) sama tetangga hingga sampai waktu berbuka puasa, dan lain-lainnya.
5.            Fikiran jangan berfikir yang tidak-tidak, menghayal yang tidak-tidak, merencanakan yang buruk-buruk, misalnya mencuri, merampok, dan lain-lainnya.
6.            Hati jangan mebenci orang-orang, jangan dendam, jangan iri atau dengki, dan lain-lainnya.
7.            Kaki dilarang ketempat-tempat yang tidak baik dan tidak baik, misalnya ketempat diskotik, cafe, dan lain-lainnya.
8.            Tangan dilarang untuk berbuat yang jahat-jahat, mencolek-colek lawan jenis, mencuri, dan lain-lainnya.

Dengan memerangi dan membunuh perkara-perkara yang jelek dalam diri kita, insya Allah kita akan mendapat pahala atau ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. Allah SWT melarang kita atau kita diharuskan untuk mengendalikan nafsu kita yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah:187, yang artinya berbunyi:   

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa”.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...