Emping adalah makanan ringan yang terbuat dari melinjo, padi, dan jagung. Masyarakat Indonesia suka sekali untuk makan emping, biasanya emping dimakan pada saat santai, atau pada saat nonton bareng teman atau keluarga di rumah. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang memakan emping, apakah emping yang terbuat dari melinjo atau padi, berbahaya bagi kesehatan manusia?

Hingga saat ini belum banyak dilakukan penelitian mengenai nilai gizi emping melinjo. Karena emping melinjo umum dikonsumsi masyarakat Indonesia bahkan sudah merupakan komoditi eksport, maka dipandang perlu untuk mengetahui sejauh mana keuntungan dan kerugian bahan makanan tersebut terhadap kesehatan. Untuk mendapatkan jawaban dilakukan penelitian berupa percobaan eksperimental dengan menggunakan tikus putih.

Pada penelitian tahap ke-1 kegiatan meliputi:
1.            Penelitian pendahuluan untuk mengetahui mutu protein dengan menggunakan metode Net Protein Utilization (NPU) dan Protein Efficiency Ratio (PER).
2.            Penelitian tentang daya cerna nitrogen dan apsorpsi mineral dengan memperhatikan problematik yang didapatkan pada penelitian tahap 1. Pada penelitian tahap pertama yang diperhatikan hanya segi kuantitas dari protein {10%), lemak (10%) dan energi 400 kal. dengan penambahan vitamin dan mineral tanpa perhitungan yang akurat.

Sebaliknya, pada penelitian tahap ke-2, semua zat-zat gizi dalam ransum diperhitungkan dengan cermat, sehingga bernilai gizi yang kuat dalam arti mengandung zat-zat gizi lengkap dan dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan tikus percobaan seperti yang dianjurkan oleh National Research Council of the U.S.A.

Pada penelitian tahap ke-2 kegiatan meliputi:
1.            Pemberian ransum dengan komponen emping melinjo mentah dalam 4 konsentrasi (0 %, 10 %, 20 %, 40 %).
2.            Pemberian ransum dengan komponen emping melinjo mentah dibandingkan dengan emping melinjo goreng dengan konsentrasi sama (40 %).

Kelompok kontrol (0 %) adalah kasein pada:
a.             Kadar protein 15 % (N + 6.25), lemak 5 %, kalsium 0.5 % magnesium 0.04 % phosphor 0.52 %.
b.            Kadar protein 15 %, lemak 15 %, kalsium 0.4 % magnesium 0.04 % phosphor 0.52 % lama penelitian 14 hart dengan hasil sebagai berikut:

Kesimpulan:
1.            Emping melinjo tidak dapat digunakan sebagai sumber protein tunggal pada tikus percobaan.
2.            Protein emping melinjo mengandung susunan asam amino yang lengkap sehingga memungkinkan tikus tumbuh baik, bila diberikan bersama protein lain yang bermutu baik seperti kasein di dalam ransum yang bernilai gizi adekuat.
3.            Kalau emping melinjo digunakan sebagai komponen ransum yang bernilai gizi adekuat tidak dapat dideteksi adanya efek negatif seperti keracunan pangan.
4.            Kalau emping melinjo digunakan sebagai komponen ransum yang bernilai gizi adekuat, tidak terlihat adanya efek merugikan tikus percobaan mengenai pertumbuhan, daya cerna nitrogen, absorpsi mineral dan tidak menyebabkan tanda-tanda kelainan pathologis jaringan organ-organ tertentu.
5.            Emping melinjo kering dapat digunakan sebagai konponen ransum tikus yang bernilai gizi adekuat, sampai pada kadar 40 g per 100 g makanan.
6.            Seandainya hasil dari penelitian emping melinjo pada tikus, dapat diekstrapolasikan kepada manusia, kerugian kesehatan tidak diantisipasi jikalau dikonsumsi dalam jumlah yang umum dilakukan.

Jadi, berdasarkan beberapa penelitian atau penemuan di atas, emping melinjo tidak berbahaya bagi kesehatan selagi dibuat dan diolah sesuai dengan kadar dan ketentuan yang berlaku. Sedangkan khasiat dari emping melinjo kering dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigiliserida dalam plasma. Jika anda sangat doyan dengan emping melinjo, gunakanlah emping melinjo sebagai bahan makanan sehari-hari, tapi ingat jangan sampai ketergantungan, nanti mengakibatkan jantungan atau deg-degan. Lakukanlah dengan mengolah hasil sendiri yaitu dengan cara merebus, menggoreng dan sangan.

Segala sesuatu (makanan) yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, tidak membahayakan manusia, namun, karena penyakit sudah ada di dalam tubuh, maka makan apa saja bisa jadi penyakit, jika kebanyakan (overdosis) makannya. Menurut informasi khasiat lain dari emping melinjo ini adalah dapat menurunkan plasma cholesterol dan trigliseida yang dikaitkan dengan penelitian epidemiologis diantara konsumen emping melinjo dan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

Semoga bermanfaat….selamat mencoba emping melinjo buatan sendiri…
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours