Sabtu, 23 Mei 2015

“Three Musketeers” cilik penyelamat korban asusila


Kasus asusila ada di mana-mana, mulai dari rumah tangga hingga gedongan, baik di dalam negeri hingga di luar negeri. Mulai dari kayangan hingga kejadiannya di bumi yang indah permai ini. Mungkin para pelaku ingin mencari kepuasan “sorga dunia” yang lagi bertebaran di muka bumi ini dengan santainya tanpa dilindungi sedikitpun. Dan bahkan ada yang sengaja membiarkannya masuk begitu saja tanpa dihalangi sedikitpun.
Perilaku asusila mulai merambah anak-anak SD hingga Mahasiswa, dari anak-anak hingga kakek-kakek, dari pelajar hingga pengajar. Mengapa demikian? Semua itu karena “sorga dunia”. Milik siapa? Milik “wanita”.
Sorga dunia harus dilindungi, dipelihara, dijaga, dirawat, jangan sampai ada yang berani masuk. Jika ada yang berani masuk dan ingin masuk secara paksa, maka pertahankanlah sorga dunia tersebut hingga darah yang penghabisan. Teruslah meronta dan meronta, teriak dengan nyaring biar pecah itu langit dengan teriakan halilintarmu minta tolong, menjerit sekencang-kencangnya biar malaikat di atas langit turun ke bumi membantumu. Jika malaikat di angkasa tidak turun maka ia akan mengutus “Tree Mousketer” ke bumi untuk menolongmu, yaitu “Aceng, Agus, dan Budi”.
Saat ini rasa solidaritas manusia sudah mulai berkurang, di mana-mana manusia suka berbuat keonaran, tawuran, tembakan, panah-panahan, dan bahkan yang tabu-tabuan sekalipun, serta lain-lainnya. Ternyata dibalik semua itu, masih ada manusia yang peduli dengan sesama, masih ada teman yang dapat merasakan penderitaan orang lain, masih ada saudara yang tidak tega melihat orang lain teraniaya, masih ada didunia ini yang tersisa berhati mulia. Salah satunya adalah “Tree Mousketer” yang selalu siap membantumu dengan kuda Jepangnya yaitu “Aceng, Agus, dan Budi”. Mereka terjun dari langit dengan rela membantu walau mempertaruhkan nyawa mereka demi sebuah nyawa dan kehormatan.
Jangan anggap sepele apa yang telah mereka lakukan pada anak gadis yang bau kencur itu! Andaikan aku juga bisa diberi kesempatan, maka aku akan menjadi seorang ZORRO untuk memberatas ketidak adilan dan ketidakmanusiaan di Indonesia ini, apalagi semua ini terjadi pada perempuan. Dia ibu kita, dia adik kita, dia kakak kita, dia saudara kita, dia bibi kita, dia bukan pelampias nafsu.
Saat ini kita bagai kembali kezaman jahiliyah (zaman kebodohan), kita telah dibodohi oleh nafsu kita sendiri. Saat ini kita mengejar “sorga dunia” namun kita telah mengabaikan “sorga akhirat” yang kekal abadi. 
Andaikan di Indonesia ini, banyak anak-anak atau orang-orang seperti “tiga hero” tersebut, tentunya negaraku akan aman dan damai. Siapakah lagi yang akan peduli, jika bukan “kita”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...