sumber foto : aseanblogger.com
Sebagaimana suasana di tempat-tempat pertunjukan terbuka, di sekeliling pendopo sudah ramai sekali para pengunjung. Sedangkan disekitar panggung para Asean Blogger sudah memadati area tersebut, padahal acara masih belum dimulai.  

Alun-alun sebagai pembatas antara jalan setapak dengan Pura Mangkunegaran, menjadi permaidani untuk menuju pagelaran. Di Pendopo Mangkunegaran akan diselenggarakan “Pentas Tari Kolosal Timun Mas” yang dibawakan oleh Sanggar Seni Surya Sumirat Mangkunegaran. Pentas Tari Kolosal Timun Mas dalam rangka event dua tahun sekali dengan nama “Mangkunegaran Perpoming Art”. 

Tanpa menunggu lama, dengan menggunakan kostum “PentasTari Kolosal Timun Mas” maka lewatlah satu-persatu para artis pertunjukan menuju pentas. Objek yang cantik-cantik bertaburan di mana-mana sangat cocok sekali untuk di jefret dan dilirik dengan pelupuk yang bening. Mata yang tadinya redup dengan seketika terbeliak melihat para artis yang cantik di atas pentas ibarat bidadari turun dari kahyangan.  

Para pengunjung dengan kamera ditangan siap untuk menjefret para penari dan bidadari yang gemulai di atas pentas. Para blogger juga mulai melirik-lirik moment apa yang bisa direkam atau di jefret untuk diabadikan agar moment itu tidak terlupakan sepanjang zaman. Senjata para blogger dan pengunjung lain dengan berbagai merk siap menshoot para bidadari dan berbagai peri dari Kota Solo. Para bidadari dan para peri yang amat cantik ibarat bianglala telah meluluhlantakkan hati para bloggers Asean.  

Terlihat di atas pentas dua remaja putrid yang amat cantik berkostum kemben dank ain kebaya tersenyum simpul kepada seluruh pengunjung membuat hati para blogger pria “geregetan” hatinya. Punggung para penari yang terbuka itu seakan ikut bergetar mengikuti derai canda para blogger dan irama.    

Apabila melihat daya tarik para penari yang memperagakan pegelaran Timun Mas, hati tidak akan rasa puas begitu saja. Rasanya hati tidak mau berhenti untuk mengabadikan gambar para penari yang meliuk-liuk seperti selendang sutra atau kain kebaya yang mereka kenakan. 
Setelah mengabadikan gambar para bidadari dan peri khususnya dua bidadari yang paling cantik diantara mereka hatiku merasa senang sekali, hatiku puas bisa mengabadikan kedua putri yang jelita itu. Sedangkan dibelakang kedua bidadari itu terlihat para rombongan kecil para artis bak para dayang permausuri yang anggun yang menggunakan kostum penari jawa yang sangat variatif sedang memperagakan tariannya.   

Sementara terlihat dipojok sana para BloggerAsean sedang merekam dan menjefret gambar para penari yang sedang menari. ParaBloggerAsean juga banyak yang cantik yang berdatangan dari berbagai kota di Indonesia dan Asean. 

Sebenarnya untuk mengikuti kegiatan BloggerAsean ini harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari orang tua. Karena kegiatan ini berlangsung selama 4 hari 3 malam. Dengan membawa bekal seadanya dan secukupnya serta uang untuk jajan dengan keyakinan hati, maka pergilah aku ke Asian Blogger Festival Indonesia 2013 di Solo. 

Selama 4 hari 3 malam di Kota Solo, para BloggerAsean dicicipi dengan unsur budaya Jawa berbentuk tarian. Ada empat seni tari yang disuguhkan pada acara Asean Blogger Festival Indonesia 2013 di Solo tersebut. Pertama sekali tari yang ditampilkan sewaktu gala dinner bersama Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo di Lojigandrung, kedua ketika di Pura Mangkunegaran melihat pagelaran “Mangkunegaran Perpoming Art”. Dan dua seni tari dalam acara penutupan Asean Blogger Festival yang berlokasi di Keraton Kesunanan Surakarta.  

Tarian Gambyong Retno Kusumo adalah tarian yang pertama sekali disuguhkan kepada para pengunjung di Lojigandrung. Empat penari putri yang cantik dengan berkostum perpaduan kemben merah, kain kebaya, selendang hijau dan hiasan di kepala mereka menambah keayuan para penari. Sebuah tarian yang penuh dengan simbolisasi seumpama para puteri sedang berhias menyambut para tamu. 

Tari yang diciptakan KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya) Mangkunegaran VIII ini seakan menyambut para peserta ASEANBLOGGER FESTIVAL sebagai tamu di Kota Solo. Pesan magis yang disampaikan oleh para penari remaja putri yang cantik dalam tarian tersebut adalah penghormatan kepada para tamu yang diungkapkan dalam tari persembahan. Gerakan yang berkesinambungan ditambah dengan iringan seni instrument Jawa, seakan menghipnotis dan menenggelamkan para tamu Asian Blogger Festival Indonesia 2013. 

Singkat cerita, pesan magis lain dari masing-masing tarian di Asean Blogger Festival Indonesia 2013 (Tari Gabyong Retno Kusumo, Tari Kolosal Timun Mas, tari Srimpi Moncar, dan Tari Gatut Kaca Dadung Awuk) saling berkaitan seakan menggambarkan filosofi bentuk blangkon Jawa. Coba perkatikan bentuk dari Blankon jawa yang datar di depan dan ada “jendolan” dibelakang. 

Pesan magis dari “Pentas Tari Kolosal Timun Mas” ini berkesinambungan dengan tari yang di Lojigandrung. Yakni setelah diberi “wejangan” berlakukalah sopan santun sebagimana kebanyakan orang Jawa, maka ketika beradaptasi dengan masyarakat Jawa bersiasatlah dengan kejahatan yang kapanpun muncul sebagaimana siasat Timun Mas dan kedua orang tuanya.
sumber foto : asmarie.blogdetik.com

Untuk kedepannya “Menuju KomunitasASEAN 2015, Mari Kita Tingkatkan Lingkaran Pena dan Kebersamaan Bloggers sebagai Khasanah Warisan Budaya Bangsa”.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

1 comments so far,Add yours

  1. artikelnya menarik sekali,.. ditunggu kunjungan baliknya di blog saya "Rangkuman Liputan ABFI Di Solo 9-12 Mei 2013" lengkap gan + gambar dan video :D

    terimakasih,..

    BalasHapus