Sebut saja namanya Anto, waktu itu usianya baru 18 tahun. Ia lahir di dusun kecil di Kabupaten Sambas Kecamatan Tebas, 35 tahun yang lalu. Di Sekadim tangal 29 April 1978 ia lahir, bapaknya bernama Sapari, dan ibunya bernama Juraida. Penghasilan keluarganya sangat rendah, untuk makan sehari saja harus meminjam kepada tetangga. Anto pada waktu itu mengalami sakit hepatitis B atau sakit kuning. Ia sudah berikhtiar untuk berobat, menurut mantri yang menangani kasusnya, hatinya telah rusak. Anto dan pihak keluarga menjadi risau, mungkin Anto akan mati. 
"foto Anto sedang berenang....

Anto dan bapaknya sudah banyak mendatangi Mantri ataupun Dokter untuk berobat, untuk berobat saja bapaknya meminjam kepada tetangga atau bos bapaknya orang Cina, untung saja bosnya baik. Biaya yang dibayarkan kepada Mantri atau Dokter berkisar 30.000-50.000,00. tubuh Anto dari hari ke hari semakin parah, tubuhnya semakin lemah. Mata dan tubuhnya semakin kuning, hingga air kencingpun semakin kuning.
Bapak Anto telah capek mengurusnya, ia hanya menyusahkan kedua orang tuanya. Adik-adik Anto ramai, semuanya ada 4 orang dan cewek semuanya. Akhirnya orang tua Anto membawanya ke dukun (paranormal) di kampungnya. Anto disuruh oleh dukun itu minum kutu kepala atau kutu yang ada di kasur. Dukun itu juga menyuruh Anto meminum air tebu selasih (tebu hitam). Sedangkan bagi Anto dan keluarganya untuk mencari kutu rambut kepala amat susah, apalagi mencari tebu hitam selasih. 

Dukun itu juga mengatakan secara mistik, bahwa keluarga Anto melakukan beberapa kesalahan, kalau dalam bahasa Sambas (iddap) salah kerjaan dari orang tua. Ya, memang... setelah diingat ternyata bapaknya menggunakan papan bekas sampan dijadikan lantai inciringan (tempat membasuh pecah-belah atau kencing).   

Setelah papan itu dibuang, secara kebetulan tubuh Anto tidak lagi lemah. Anto mencari kutu di kasurnya yang di sebut impijjat. Kemudian ia menggutu adiknya dengan selasik (untuk mengambil kutu di kepala), dapatlah Anto 5 ekor kutu yang besar-besar karena kekenyangan makan darah di kepala adiknya. 

Kemudian impijjat dan guttu itu disiram Anto dengan air hangat, setelah itu baru Anto meminum impijjat dan guttu itu dengan air putih. Bapak Anto juga sudah dapat tebu hitam selasih, jadi begitulah pengobatan yang Anto lakukan. Meskipun Anto melakukan pengobatan dengan kutu tersebut, Anto tetap berkonsultasi dengan Mantri di kampungnya. Secara ilmiah, kutu di kepala atau kutu di tempat tidur belum pernah dilakukan penelitian secara ilmiah, apakah kedua jenis makhluk tersebut dapat menyembuhkan penyakit kuning atau hepatitis B? Namun kenyataannya kini Anto sembuh total setelah meminum obat tradisional tersebut. 

Coba diteliti secara ilmiah, atau memang sudah diteliti!
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours