Tempat sirih adalah tempat untuk menempatkan sirih, kapur, gambir, tembakau, pinang yang telah diiris, kacip, serta daun sirih. Apabila nenek-nenek akan makan sirih bahan-bahannya adalah: sirih 2 helai, kapur, pinang, gambir, secukupnya. Apabila bahan-bahan itu tidak sanggup untuk dikunyah, maka bahan-bahan itu dimasukkan ke dalam orak-orak untuk ditumbuk agar lumat. Setelah lumat, baru dimakan. Sedangkan tembakau digunakan oleh nenek-nenek untuk menyugi.

Tempat sirih sudah lama sekali digunakan oleh masyarakat melayu di Nusantara atau kerajaan melayu dimasa lalu. Tempat sirih ini biasanya terbuat dari tembaga murni seperti milik Samsudi. Samsudi berdomisili di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Indonesia. 

Samsudi yang lahir pada tanggal 4 November 1962, dan istrinya Jamilah 20 September 1964, mempunyai atau mengkoleksi peninggalan datok mereka pada zaman penjajahan (VOC) atau zaman Kesultanan Sambas. Datok mereka (H. Miun alm) mewariskan tempat sirih itu ke kakeknya (Matsen alm) kemudian kakeknya mewariskan ke bapaknya (Sabran alm), kemudian bapaknya mewariskan tempat sirih itu kepadanya (Samsudi). Samsudi saat ini berusia 51 tahun, dan mempunyai anak sulung bernama Tomi berusia 25 tahun. Jadi tempat sirih itu sekarang diperkirakan sudah 120 tahun.   

Ukuran tempat sirih itu antara lain, lebarnya 20 cm, panjangnya 40 cm, dan tingginya 10 cm, serta berat kurang lebih 2 kg. Samsudi dan istrinya ingin menjual pusaka keramat empat generasi tersebut.. Uang tersebut Insa Allah akan mereka gunakan untuk keperluan mereka sehari-hari dan akan dibelanjakan di jalan Allah (infaq dan sedekah). Bagi saudara (i) yang mempunyai minat dan ingin mengkoleksi “Tempat Sirih Empat Generasi” tersebut dapat menghubungi kami di 085246646806
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours