Namanya mulai disebut sejajar dengan Bali dan Yogyakarta. Para pelancong menyebutnya Kota Seribu Kuil. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kemudian menetapkan Singkawang sebagai kota terpenting tujuan wisata. Satu-satunya kota yang siap menyambut Tahun Kunjungan Wisata Kalimantan Barat pada tahun 2010 yang lalu. Singkawang yang dikaruniai gunung-gunung, lembah, bukit, dataran luas, serta teluk dan pantai. Singkawang yang dianugrahi sejarah panjang tentang keragaman, perpaduan keunikan budaya Tionghoa, Dayak, serta Melayu (Tidayu). Singkawang yang terus berbenah telah siap memberikan kejutan-kejutan perjalanan budaya dan pariwisata yang tidak terlupakan.
sumber foto : wesajelajahindonesia.blogspot.com

Bayangkanlah sebuah kota dipenuhi aruma gaharu. Disinari matahari tropis, hembusan angin gunung, angin pantai, serta jalan-jalan kota yang khas dengan atap-atap kuil, bangunan-bangunan toko tradisional dengan arsitektur Tionghoa, berdampingan dengan masjid dan gereja. Hembusan harum gaharu di “Kota Seribu Kuil” ini senantiasa terasa sepanjang hari. Kota kecil seluas 50.400 hektar dengan jarak kurang lebih 147 kilo meter dari ibu kota Provinsi (Pontianak), dan bisa ditempuh dengan 3 jam perjalanan darat, merupakan kota Wisata andalan bagi Kalimantan Barat.

Nama Singkawang mencuat dan mendunia, salah satunya lewat sebuah festival Cap Go Meh yang keunikannya tidak ditemukan dibelahan dunia mana pun. Festival “Cap Go Meh Singkawang”, adalah representasi dari perpaduan antara ritual, kebudayaan, serta kesenian dari etnis Tionghoa, yang berakulturasi dengan Dayak serta Melayu. Ratusan tatung (tatung adalah seseorang yang dianugrahi kekuatan tertentu) akan berbaris di jalan-jalan kota pada puncak festival ini, mengusir roh-roh jahat dengan mempertontonkan kekuatan yang tidak kasat mata, menuju altar persembahan yang megah dan khidmat. Inilah ziarah besar bagi leluhur, silaturahmi bagi tanah kelahiran, serta cermin dari kebesaran hati. Karena keunikan dan kebesarannya, maka ribuan pelancong (baik dalam negeri maupun luar negeri) yang berbaur dengan segenap penziarah yang datang dari berbagai tempat untuk mengenang kembali tanah kelahiran, akan memadati kota ini hingga berhari-hari.

Nuansa eksotik juga dapat kita rasakan pada nalam hari dengan menjelajahi “Pasar Hongkong” di bawah siraman temaramnya lampu jalanan dengan menelusuri aneka makanan khas Singkawang yang mengundang selera, seperti: Kin Ci Pan (Kue Tiaw goreng khas tanpa daging) dengan bungkusan daun Simpur yang harum menggoda, Juhi Kangkung, Juhi Bakar, Nasi Bambu, Nasi Ketan Kantong Semar, Bubur Tahu, Bubur Gunting, Pisang Goreng khas Singkawang, Bubur Ikan, Bubur Babi, Ragam Peganan Kecil, dan masih banyak makanan khas lainnya. Berbagai minuman yang menggiurkan lidah juga tersedia di sini seperti: Liang Teh, Es Jeruk Nipis, Es Nam Mong, Es Parut, Es Cendol, Pacar Cina, Es Lidah Buaya, Balys, Es Asam Maram, dan masih banyak yang lainnya.

“Kunjungi Kota Singkawang Kalimantan Barat Indonesia, anda pasti senang”.
Selamat datang di Indonesia “Aroma Kota Seribu Kuil Kota Singkawang Kalimantan Barat”
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

2 comments so far,Add yours

  1. Walau berbeda namun, Indoensia memilki suatu nilai tradisi yang unik dengan nuansa keindahan beragam budayanya.

    Salam wisata

    BalasHapus
  2. itu lah indonesia sob.... ^_^

    BalasHapus