Senin, 25 Mei 2015

Desa Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas


H. Sukri Pawadi Kepala Desa Pusaka

Desa  Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas

Gambaran Umum Desa Pusaka Dusun Sekadim Kecamatan Tebas
Desa Pusaka berasal dari dua desa yaitu Desa Puting Beliung dan Desa Sekadim. Pada tahun 1993 kedua desa tersebut disatukan atau dirampingkan oleh pemerintah. Semua itu berdasarkan intruksi atau perintah dari Pemerintah Pusat. Khususnya di Kecamatan Tebas ada 15 desa yang disatukan menjadi satu desa, termasuklah desa Puting Beliung dan desa Sekadim. Desa Puting Beliung terletak pada jalur sutra, sedangkan Desa Sekadim bermuara ke Sungai Sebangkau, kurang lebih 3 km dari jalan raya (jalan desa), dan dusun Sekadim berbatasan langsung dengan desa Sei Kelambu.
Kantor Kepala Desa Pusaka Keamatan Tebas

Setelah perampingan kedua desa menjadi satu desa dilakukan pemilihan Kepala Desa yang baru. Dengan terpilihnya Kepala Desa yang baru dilakukan musyawarah untuk pemberian nama desa yang baru dirampingkan tersebut. Berdasarkan kesepakatan dan musyawarah dari tokoh-tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut (sebelumnya) memutuskan untuk memberikan nama desa yang baru, yaitu “Desa Pusaka” dengan 19 RT dan 6 RW, serta 3 Dusun. Nama kedua desa tersebut dijadikan nama dusun, yaitu dusun I “Dusun Puting” dusun II “Dusun Beliung” dan dusun III “Dusun Sekadim”.

Pak Kades bersama Istri dan anak-anak


Keadaan Geografi
Desa Pusaka Dusun Sekadim Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, berlokasi di pinggir jalur sutra Pantai Utara yaitu Pontianak-Sambas dan dipinggir kota Kecamatan Tebas. Kecamatan Tebas terletak di antara Kecamatan Semparuk dan Kecamatan Sebawi. Kecamatan Tebas terdiri dari 23 desa di antaranya adalah Desa Pusaka. Desa Pusaka memiliki luas wilayah 5,62 km2, yang memiliki 3 dusun, yaitu dusun Puting, dusun Beling, dan dusun Sekadim, dengan jumlah 19 RT dan 6 RW. Dusun Sekadim terletak diujung desa berbatas dengan sungai Sebangkau.



Jalan tikus menuju lahan persawahan Bumi Ayu yang perlu di cor beton
Batas wilayah desa Pusaka yaitu sebelah Barat berbatasan dengan desa Segedong, sebelah Timur berbatasan dengan desa Sei Kelambu, sebelah Utara berbatasan dengan sungai Sambas, sedangkan sebelah Selatan sungai Sebangkau (Senyawan). Desa Pusaka terletak dipinggir jalur transfortasi darat maupun sungai dari daerah-daerah sekitarnya, dikarenakan desa Pusaka sangat strategis dari segala arah, maka desa ini ramai dan maju di berbagai aspek seperti: ekonomi, informasi, pendidikan, budaya, dan lain-lainnya.

Jalan Desa yang rusak berat jika hari penghujan
Komposisi Penduduk
Masyarakat yang tinggal di desa Pusaka 95 % beragama Islam, suku Melayu. Sedangkan suku Batak, Jawa dan Bugis adalah pendatang, atau orang setempat kawin dengan suku tersebut, mereka dipertemukan di Malaysia, PT atau Perusahaan Terbatas, (Pekan Baru-Riau) atau di Pulau Mukutan, Midai, atau Serasan). Sedangkan 5 % nya beragama Konghucu, suku Cina. Suku Cina banyak bermukim atau bertempat tinggal di dusun Sekadim, di tepi sungai Sebangkau jalan Senujuh menuju desa Segedong, dusun Senseng sebelah Barat.  

SMP Negeri 3 Tebas
Komposisi penduduk desa Pusaka juga dilihat dari sensus penduduk dan statistik pemerintahan dan kependudukan berjumlah 3051 jiwa. Sedangkan masyarakat atau penduduk dusun Sekadim berjumlah 1017 jiwa. Laki-laki berjumlah 524  jiwa, sedangkan perempuan 493 jiwa. Komposisi masyarakat dusun Beliung berjumlah 1001 jiwa. Laki-laki berjumlah 400 jiwa, sedangkan perempuan berjumlah 601 jiwa. Sedangkan unuk masyarakat dusun Puting berjumlah 1033 jiwa. Laki-laki berjumlah 498 jiwa, sedangkan perempuan 535 jiwa. Secara keseluruhan jumlah penduduk desa Pusaka adalah 3051 jiwa.

Jalan Desa  Pusaka yang rusak dan becek

Untuk lebih rinci mengenai jumlah penduduk desa Pusaka dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1
Kompososi Penduduk desa Pusaka Kecamatan Tebas

NO    NAMA DUSUN    JLH PENDUDUK    LAKI-LAKI    PEREMPUAN      
1.    PUTTING    1033    498    535      
2.    BELIUNG    1001    400    601      
3.    SEKADIM    1017    524    493      
JUMLAH    3051    1422    1629   
Sumber; Laporan Kependudukan isian Desa Pusaka tanggal 15 Maret 2012 

Sungai Sekadim dengan air yang jernih
Persentasi penduduk usia 20-70 tahun di desa Pusaka sebesar 62,45 %,  usia tersebut merupakan masyarakat yang ada di desa Pusaka, sedangkan masyarakat atau penduduk yang ada di dusun Sekadim 69 %. Usia 15-25 mereka sekolah diluar atau kerja di tempat lain. Setahun atau dua tahun sekali baru mereka pulang ke kampung halamannya.
SDN 08 Sekadim
Keadaan Sosial Ekonomi
Keadan sosial ekonomi masyarakat desa Pusaka termasuk wilayah masyarakat kelas menengah kebawah dengan strata yang relatif homogen dengan tingkat paguyuban ataupun perkumpulan, dan gotong royong yang tinggi, misalnya; memiliki arisan pengajian ibu-ibu BKMT, yang dilaksanakan satu minggu sekali setiap hari Jum’at sore jam 13.00, dan dilaksankan dari rumah ke rumah, dengan menu seadanya. Arisan dzikir nazam yang dilakukan oleh bapak-bapak, tidak luput pula ibu-ibu, meskipun tidak seramai bapak-bapak. Arisan dzikir juga dilaksanakan satu minggu sekali, biasanya dilakukan pada tiap malam Jum’at atau malam Minggu, dan dilaksanakan dari rumah ke rumah, dengan sajian kue-kue kampung seadanya, khususnya di dusun Sekadim.
Hamparan sawah yang luas di Bumi Ayu
Selain arisan dzikir, dan arisan ibu-ibu, ada juga arisan muda-mudi disetiap perkawinan, dan banyak lagi kegiatan lainnya. Adapun organisasi masyarakat di desa Pusaka antara lain; PKK (Pembinaan Kesehatan Keluarga), Karang Taruna, Remaja Masjid, PFKPM (Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu), Poktan (Kelompok Tani), dan PPM (Pemuda Panca Marga).

Salah satu makam muslim di dusun Sekadim
Sedangkan secara ekonomis, masyarakat desa Pusaka tergolong masyarakat yang memiliki mata pencaharian yang tetap seperti: petani, pedagang, buruh, meubel, wiraswasta, PNS, TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia dan di Taiwan, serta Hongkong. Dengan kondisi penghasilan yang rata-rata antara  Rp. 30.000,00 sampai dengan Rp. 50.000,00 perhari. Begitu juga dengan masyarakat yang ada di dusun Sekadim. Diharapkan kedepannya desa Pusaka akan berkembang dengan perlahan-lahan, agar perekonomian masyarakat semakin tinggi. Dilihat dari etos kerja yang tinggi, Insya Allah masyarakat desa Pusaka dusun Sekadim akan menjadi lebih baik. Apalagi kalau dilihat dari penghasilan jeruk dan hasil padi yang ada sekarang ini.  
Kebun jeruk warga yang masih produktif
Tingkat Pendidikan
Taraf pendidikan masyarakat desa Pusaka sudah cukup baik. Pada umumnya mereka ada yang berpendidikan mayoritas sekolah dasar (SD) sampai SMA (sederajat). Selain itu ada penduduk yang berpendidikan D1, D3, dan S1, serta ada pula yang mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, misalnya: STIT (Singkawang-Sambas), STKIP PGRI Pontianak, STKIP Singkawang, STAIN, UNTAN, POLTEK (Sambas-Pontianak), Fakultas di Malang dan Bandung serta Yogyakarta. Masyarakat atau penduduk di Dusun Sekadim yang berpendidikan SD (Sekolah Dasar) masih sangat banyak, bahkan yang tidak tamat juga masih ada. Bahkan yang tidak pernah sama sekali sekolah juga ada di Dusun Sekadim. Di Desa Pusaka ini terdapat dua buah Sekolah Dasar yaitu SDN 08 Sekadim dan SDN 07 Putting Beliung, serta satu SMP Negeri, yaitu SMP Negeri 3 Tebas yang berkedudukan di Dusun Sekadim.

Rumah Bapak Sapari
   Untuk lebih rinci mengenai tingkat pendidikan di Pusaka dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2
Tingkat Pendidikan desa Pusaka Kecamatan Tebas


NO    PENDIDIKAN    LAKI-LAKI    PEREMPUAN      
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.    SEKOLAH DASAR
SMP
SMA
D-I
D-3
S-1
S-2
S-3    528
317
234
14
44
57
1
1    443
256
125
0
30
43
0
0   
Sumber; Laporan dari isian desa Pusaka tanggal 15 Maret 2012 

Rumah salah satu warga (Al-Fariza, S.Pd)
Sedangkan untuk tingkat pendidikan masyarakat atau penduduk yang ada di dusun Sekadim adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Tingkat Pendidikan di dusun Sekadim desa Pusaka Kecamatan Tebas

NO    PENDIDIKAN    LAKI-LAKI    PEREMPUAN      
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.    SEKOLAH DASAR
SMP
SMA
D-I
D-3
S-1
S-2    85
70
59
0
18
12
1    77
65
43
0
3
10
0   
Sumber; Laporan dari isian desa Pusaka tanggal 15 Maret 2012


Jalan desa yang harus dibangun kembali
Pemeluk Agama dan Kepercayaan
Warga desa Pusaka seluruhnya 95 % memeluk agama Islam, (Lihat hal: 39).   Selain itu, di desa Pusaka terdapat tiga bangunan Masjid, dan satu Surau, diantara: Masjid Ar-Rahim (terletak di dusun Puting), Masjid Ar-Rahman (terletak di dusun Beliung), dan Masjid Al-Jami’ (terletak di dusun Sekadim), serta Surau Al-Ikhlas (terletak di dusun Sekadim RT 19 RW 07). 

Sosial keagamaan dari masyarakat desa Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas khususnya untuk bapak-bapak biasanya mereka mengadakan acara belajar dzikir bersama-sama, biasanya ada tiga atau empat kelompok dzikir nazam, begitu juga di dusun Sekadim yang mengadakan arisan dzikir nazam. Sedangkan untuk para remajanya, mereka masuk Remaja Masjid pada masjid di dusun mereka yang nama organisasinya adalah IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) atau mereka masuk menjadi anggota atau pengurus dari BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Setiap malam Jum’at mereka mengadakan kegiatan pengajian di Masjid. Mereka melakukan pengajian secara bergantian dari Masjid ke Masjid di setiap dusun dan di desa tetangga. Misalnya: Sei Kelambu dan Pangkalan Kongsi.

Eks Kantor Kepala Desa Pusaka menjadi PAUD
Lahan prtanian yang cukup luas
Lahan perkebunan masyarakat pusaka
Masjid Jami' Sekadim
SDN 7 Puting Beliung
Surau Al-Ikhlas

Bendungan di Bumi Ayu
Padi yang sedang menguning siap untuk dipanen
Masjid Ar-Rahman








Salah satu kantin di SMPN 3 Tebas yang bersih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...