Setitik Noktah Buat Mu Yang Tersayang
di angkat dari diari usang sang penulis (Sugianto, S.PdI) kenangan indah sewaktu menjadi guru PPL

Hari ke tiga di SMA Negeri 10 Singkawang berjalan dengan mulus

Pada hari ini kami disuruh guru Pamong masuk kelas
Menurut khabar dari burung-burung Nuri
Yang setiap pagi bernyanyi dengan merdu
Bahwa kelas IPS 2 nakal-nakal siswanya
Dan sering membuat ribut

Teman ku mulai takut
Apalagi cerita dari senior
Bahwa banyak anak PPL yang nangis gara-gara siswa
Bahkan di tambah lagi khabar dari MAN Model tahun lalu
Ada Mahasiswa PPL yang nangis gara-gara anak kelas XI IPS 2

Apapun yang ku dengar
Apapun yang telah terjadi pada senior
Aku tidak takut
Aku tidak gentar
Bahkan aku mencari-cari siswa yang nakal dan bandel
Semua itu biasa,,, ucap ku dalam hati
Biasalah anak-anak ,,,

Kami pun masuk
Anak-anak pun ribut
Mereka tertawa
Mereka memukul meja
Mereka bergendang-gendang
Aku hanya diam ,,,
Tersenyum tipis melihat ulah mereka

Teman-teman ku mencoba untuk mendiamkan mereka
Namun mereka tetap dengan tingkahnya

Diam hanya sesat ,,,
Ribut lagi

Diam ,,,
Ribut ,,,
Diam ,,,
Ribut ,,,
Dan Ribut ,,,

Lalu teman ku yang cewek berkata pada ku
Bang tolonglah ,,, ucapnya

Aku pun maju ke depan kelas
Udah ballom ,,, kata ku
Mereka tertawa ,,,
Sengaja aku menggunakan bahasa ibu
Padahal waktu pembekalan PPL kami dilarang
Untuk menggunakan bahasa ibu ( Sambas )

Mereka terus tertawa
Entahlah apa yang mereka tawakan
Lucunya aku atau anehnya aku
Atau kecilnya aku
Atau miharsanya aku kali ,,, ucap hati ku

Kemudian aku menggunakan bahasa Inggris
Mereka diam
Pada saat itu aku motivasi mereka
Ku sugesti mereka
Kemudian ku buat mereka tertawa

Ku ingin mereka senang pada ku
Ku ingin mereka bangga kepada ku
Kemudian mereka mendengarkan apa perkataan ku
Ternyata mereka anak baik

Rabu, 2 Nopember 2011

Share To:

Basendra Samsul

Post A Comment:

0 comments so far,add yours