Namanya Sugi, ia lahir dari keluarga yang tidak mampu. Bapak dan ibunya adalah buruh atau kuli di kebun Cina. Usia Sugi saat itu 15 tahun, ia sering sakit-sakitan.  Badannya sudah kering tinggal kulit dengan tulang. Sugi tidak dibawa ke dokter oleh orang tuanya, maklum mereka tidak mampu untuk membawa anak mereka berobat. Karena mereka tidak dapat yang namanya Jamkesmas, Jampersal, ataupun Jamkesda waktu itu.

Sugi tinggal di dusun kecil yaitu Dusun Sekadim Desa Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Ia lahir pada tanggal 29 April 1977, sekitar 35 tahun yang lalu. Keseharian Sugi hanya diam di rumah, ia tidak punya teman untuk bermain. Dengan keadaan Sugi seperti itu, tidak seorangpun yang peduli dengannya. Kecuali seorang tetangganya yang bernama “Rabunah”.

Saat itu nasib Sugi tinggal menunggu pertolongan dari hamba Allah yang berhati mulia. Ia pernah mengatakan “ia tinggal menunggu mati”.

Bertahun-tahun Sugi sakit, tubuhnya semakin kurus. Bapak dan ibunya tidak tega melihat keadaan anaknya, kemudian mereka membawa Sugi ke Puskesmas di Kecamatan Semparuk. Setelah Sugi menjalani beberapa perawatan, Sugi diponis TB oleh Dokter yang menanganinya, yaitu Dokter “V”, TB tulang dan TB paru.

Kedua orang tua Sugi sangat terpukul dan sedih. Kemudian, entah siapa yang memberi tahu bapak dan ibunya tentang cara untuk mengobati penyakit Sugi selain obat dari puskesmas atau dokter “V”, yaitu dengan memakan bekicot dan minum air kencing sendiri setelah bangun dari tidur pagi hari, yang disebut dengan “air kencing sulung”.

Bekicot diberikan ke Sugi oleh ibunya secara diam-diam, ibu Sugi mengatakan kepadanya bahwa itu adalah daging burung bangau (burung sintar atau ujjuk bahasa Sambas) yang didapat oleh bapaknya di sawah. Sugi dengan lahap sekali memakan daging tersebut.

Beberapa bulan kemudian, wajah Sugi mulai merah dan berisi. Kemudian Sugi disuruh oleh bapaknya untuk minum air kencingnya, yaitu air kencing milik Sugi sendiri.

Tiga bulan berlalu, Sugi diberi tahu oleh ibunya, bahwa yang dimakan oleh Sugi bukan daging burung bangau, akan tetapi daging bekicot. Setelah Sugi tahu, ia nekad terus makan daging bekicot dan minum air kencingnya sendiri hingga sembuh.

Kini Sugi sudah sehat, meskipun tubuhnya tidak kekar. Sekarang ia tidak lagi sakit-sakitan, itu semua karunia Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. 











Foto Sugi setelah sembuh
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours