Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam QS. Annisa: 3 yang Artinya: “dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS. Annisa: 3).

Keterangan:
Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. Dan Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh Para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

Dari ayat di atas, Rasulullah saja hanya mempunyai 4 orang istri yaitu: Khodijah Binti Khuwailid Ra, Saudah Binti Zam’a Ra, Aisyah Binti Abu Bakkar Ra, Hafsah Binti Umar Bin Khattab Ra. Rasululah dengan 4 orang istrinya tersebut sangat berlaku adil dalam hal rumah tangga, kasih sayang, dan segalanya. Karena Rasulullah adalah suritauladan yang baik (uswatun hasanah).
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab 33: 21).

Kini di era abad Global memasuki abad 20, di era Eyang Subur mempunyai 8 orang istri 9 tak jadi-jadi. Salut juga kepada Eyang Subur dapat menyatukan ke delapan istri-istrinya dalam satu rumah, dalam satu atap. Apa rahasia dalam menciptakan keharmonisan sesama istri-istri Eyang Subur?

Eyang pasti punya trik atau tips untuk menyatukan istri-istrinya, dan yang pastinya berlaku adil dalam hal diranjang, sandang, pangan, dan papan. Eyang Subur telah melaksanakan ajaran Rasulullah dengan adil dan bijaksana kepada istri-istrinya. Istri-istrinya merasa betah (kerasan) di dalam rumah.  Eyang Subur telah berhasil mendidik istri-istri hidup harmonis bersamanya dalam satu mahligai yang menuju “baiti jannati” bersama Eyang Subur. 

Namun sayangnya eyang subur memiliki istri yang melebihi dari ketentuan rasulullah, dan itu sangat tidak benar. Namun keharmonisan antar istri-istrinya dalam rumah tangganya patutdi acungi jempol...
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours