sumber foto : inspirasi-yasin.blogspot.com
Pemerintah membuat berbagai program dari berbagai aspek dan instansi pemerintahan demi kesejahteraan rakyatnya. Dari Dinas Pendidikan hingga Dinas Kesehatan. Beberapa bulan yang lalu pemerintah telah memberikan kepada masyarakat kartu berobat dengan nama Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) atau Jamkesda (Jaminan Kesehatan Darah). Pendataannya dilakukan oleh aparat desa setempat, sedangkan pemilihan layak atau tidaknya oleh pemerintah pusat secara acak. Sehingga datanya yang datang ke daerah tidak sesuai dengan data yang dikirim atau dengan data yang telah didata. Sehingga menimbulkan pertanyaan dimasyarakat, “kenapa saya tidak dapat, dan dia dapat, padahal saya sudah didata?”. Akhirnya si pendata yang kewalahan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat tersebut.
Kini biaya pengobatan semakin mahal dan melambung tinggi dengan cepat. Mungkin karena BBM naik, jadi semua kebutuhan pokok dan biaya transportasi juga ikut naik, termasuk obat-obatan. Apakah penyebab harga obat-obatan begitu cepat melambung dengan tinggi? Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan obat bermerek. Saat ini banyak sekali obat-obatan yang bermerek merambah pangsa pasar. Dengan mahalnya harga obat dipasaran membuat orang-orang kelas bawah malas untuk berobat, sehingga mereka rela menahan rasa sakitnya hingga ajal menjemputnya.
Dengan melihat keadaan seperti itulah maka pemerintah meluncurkan program Jamkemas, Jamkesda, Jamkeskin, Kartu Pintar ala Jokowi (DKI) dan obat generik berlogo (OGB) untuk memberikan alternative obat dengan harga murah dan terjangkau, kualitas terjamin, serta tersedia dipasaran dan puskesmas terdekat. Obat generik diluncurkan oleh pemerintah pada tahun 1989 agar rakyat tidak takut lagi untuk berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit dengan adanya kartu Jamkesmas atau Jamkesda. 
Obat generik ini adalah obat yang sudah disubsidi oleh pemerintah untuk rakyat, dengan maksud agar rakyat mudah untuk berobat dan tidak ada lagi rakyat yang sakit tidak dapat untuk berobat. Obat generik ini tidak ada kenaikan harga, cukup hanya dengan Rp. 5.000,00 (lima ribu rupiah) kita bisa berobat di puskesmas, dan setelah meminum obat generik berlogo (OGB) insya Allah pasien akan sembuh.
Obat generik berlogo (OGB) ini sudah diumumkan oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 16 Maret 2013 yang lalu. Berdasarkan apa yang disampaikan bahwa 170 dari 498 item (34%) obat mengalami naik harga, akan tetapi senaik-naiknya harga obat generikberlogo (OGB) harganya masih terjangkau dibanding obat bermerek dari luar. Obat bermerek merupakan obat paten yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat (pasien) yang membutuhkan dengan harga yang relatif mahal. Padahal saat ini sudah tersedia obat murah yaitu obat generik berlogo (OGB) dengan hasil yang sama.   
Selama ini masyarakat luas masih belum mengenal secara menyeluruh tentang obat generik berlogo. Padahal pemerintah sudah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi obat generik yang berlogo tersebut dengan tujuan untuk memberikan alternatif kepada masyarakat dengan kualitas terjamin dan harga terjangkau, serta kesedian obat relatif cukup. Namun, tampaknya masyarakat menganggap bahwa obat generik berlogo sebagai obat yang kurang bermutu (kurang bagus). Semua itu dikarenakan kurangnya pengetahuan dari masyarakat mengenai obat generik berlogo tersebut. Hal ini memang diakui oleh Menkes terdahulu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, bahwa rendahnya penggunaan obat generik berlogo dikarenakan pengetahuan masyarakat mengenai obat generik berlogo, sehingga opini yang berkembang di lingkungan masyarakat mengatakan bahwa obat generik berlogo (OGB) adalah obat dengan kualitas yang rendah dan kurang terjamin.  
Saat ini mari kita hapus stigma masyarakat seperti itu dengan mengatakan bahwa:
  1. Obat generik berlogo (OGB) adalah obat yang sama khasiatnya seperti obat paten yang bermerek.
  2. Obat generik berlogo (OGB) sama patennya dengan obat bermerek.
  3. Obat generik berlogo (OGB) dengan harga murah namun berkualitas tinggi.
  4. Obat generik berlogo (OGB) aman dan terjamin untuk dikonsumsi.
  5. Obat generik berlogo (OGB) mudah untuk didapatkan dipuskesmas ataupun di apotik.  
  6. Obat generik berlogo (OGB) adalah obat untuk rakyat yang sudah terjamin keampuhannya.
sumber foto : saraamijaya.blogspot.com
Dengan 6 opini di atas tersebut, patut ditekankan untuk membedakan obat generic berlogo dengan obat bermerek. obat generic berlogo (OGB) dan obat bermerek baik isi dan khasiatnya adalah sama. “Buat apa bayar mahal, OGB (obat generik berlogo) sudah tersedia dengan kualiatas obat bermerek dengan tampilan menarik dapat menyembuhkan dengan cepat. OGBdiramu dan dikemas secara teknologi tinggi dengan kualitas yang terjamin. Obat rakyat untuk rakyat yang merakyat serta bermasyarakat. Dengan memasyarakatkan OGB pada rakyat, maka rakyat akan selalu sehat. 
Sediakan selalu obat generic berlogo di rumah anda. Jangan ragu dan takut untuk mengkonsumsi obatgeneric berlogo (OGB) yang sudah tersedia di puskesmas atau di apotek terdekat di kota anda. Jika anda sudah mengkonsumsi baru anda tahu khasiat dari obat generik berlogo tersebut.
Sebut saja namanya Sugianto, ia sudah membuktikan keampuhan atau khasiat dari obat generik berlogo (OGB) ini. Sugianto sudah lama sekali mengkonsumsi obat dari pemerintah yaitu obat generik berlogo (OGB) tersebut. Sejak tahun 1996 Sugianto sudah mengkonsumsi obat yang diprogramkan oleh pemerinah, karena di tahun tersebut ia mengalami TB. Sugianto mengkonsumsi obat program pemerintah selama 6 bulan dan hasilnya sangat bagus. Hingga saat ini Sugianto selalu mengkonsumsi obat generikberlogo (OGB). Jika ia mengalami sakit misalnya flu, demam, atau sariawan, sakit kencing, serta maag. Maka ia akan memeriksakan dirinya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan obat generik berlogo (OGB) secara gratis berdasarkan program pemerintah.   
Dengan adanya program pemerintah tersebut buat rakyat, buat apa kita melirik obat yang bermerek, padahal obat generik berlogo juga tidak kalah kemanjurannya. Mari kita dukung program pemerintah tersebut, agar rakyat selalu sehat, jika anda sakit segera hubungi dokter atau datang ke puskesmas terdekat untuk mandapatkan penanganan berikutnya. Jika dokter atau petugas terkait memberikan obat generik berlogo (OGB), maka jangan ragu untuk mengkonsumsinya. Yakin dan percayalah bahwa obat generik juga paten dan ampuh.
Sebagai contoh misalnya obat antibiotik Azithromycin, obat generic berlogonya (OGB) seharga Rp. 13.000,00, sedangkan Azitromax (Azithromycin yang diberi merek dagang) berharga Rp. 67.000,00 persatuan kecil. Perbedaan ini sangat jauh, hal ini dikarenakan harga obat generik berlogo (OGB) telah ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan yang memproduksinya sehingga harganya akan lebih mahal daripada obat generik berlogo (OGB).
Sementara harga OGB sendiri telah ditentukan oleh pemrintah melalui Kepmenkes No. HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tentang harga obat generik dan Kepmenkes No. 092/Menkes/SK/II/2012 tentang harga eceran tertinggi obat generik tahun 2012. Peraturan ini dibuat untuk mencapai tujuan diadakannya program obat generik berlogo (OGB) yang tidak lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau.
Saat ini pemerintah harus menggalakkan lagi sosialisasi dan edukasi mengenai obat generik lewat media massa. Para pasien sangat lemah posisinya dalam hal pemilihan obat, khususnya obat generik berlogo (OGB) tersebut. Pasien pabila berobat kepada dokter, maka dokter akan menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi obat generik berlogo (OGB). Masyarakat harus bisa mimilih dan mengkonsumsi obat generik berlogo (OGB) yang telah disediakan oleh pemerintah.
Jika kita ibaratkan atau kita samakan beberapa program pemerintah dengan obat generik berlogo (OGB) tersebut, sama seperti program BBM bersubsidi (bensin khususnya), kemudian buku BSE yang bersubsidi. Buku dan bensin bisa dibeli dengan harga murah dan kualitas yang cukup baik serta memuaskan para konsumen, begitu juga dengan halnya obat generik berlogo (OGB). Maka dari itu “sediakan obat generik berlogo (OGB) di rumah anda agar keluarga anda selalu sehat dan jangan lupa periksakan kesehatan diri anda di fasilitas pelayanan kesehatan tedekat”.

Silahkan berkunjung ke situs resmi Dexa Medica di www.dexa-medica.com untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang keampuhan Obat Generik Berlogo (OGB).

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours