Kamis, 28 Mei 2015

Darin Mumtazah Menguak Misteri Korupsi Sapi


Satu-persatu saksi para koruptor di munculkan ke dunia nyata oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Indonesia. Korupsi seakan-akan tidak mau ennyah dari bumi pertiwi Indonesia ini, seakan-akan akar kurupsi sudah ke pusat bumi yang begitu kokoh. Para koruptor bagaikan kepala batu dan telinga keledai serta buta hati, semuanya gelap karena rupiah dan dollar serta dirham dunia.

Masalah “sapi” bagaikan tidak mau habis-habisnya dari dunia infotaimen. Sangat susah sekali untuk memberantas korupsi ini di Indonesia. Para penegak hokum dan KPK, harus menggunakan jurus apalgai untuk menguak dan menyadarkan atau menghukum para “Koruptor”. Begitu juga dengan saksi-saksi yang semakin banyak namun tidak juga bias menguak tabir. Lalu Siapakah yang bermain dibelakang tabir?

 Luthfi Hasan Ishaaq adalah mantan Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang telah melakukan praktek pencucian uang dengan “RINSO” dengan mengupah beberapa orang karyawan untuk mencucinya agar uang itu benar-benar bersih. Di Indonesia ini banyak sekali jasa dalam penyucian uang, dari kalangan siswa, artis, istri orang, dan lain-lainnya.

Darin Muntazah seorang pelajar SMK yang dikaitkan dengan pencucian uang mantan Presiden PKS tersebut, kini masih “diam” (tidak banyak bicara).

Anak kecil, mungkin merasa takut apabila diintrogasi oleh para petinggi-petinggi Negara, ia takut akan refutasinya sebagai seorang pelajar, ia takut sekolahnya akan maulu, ia takut dirinya akan terkenal, ia takut dirinya akan jadi artis (seperti Arya Wiguna), ia takut akan diteror, ia takut keluarganya akan malu, ia takut akan dibunuh, ia takut… dan takut….

Sebenranya, saran saya kepada “koruptor” jika ingin mencuci uang, masukkan saja ke masjid, panti jompo, anak-anak yatim, agar kamu akan dikenang orang sebagai pembela rakyat kecil “Robin Hood” Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...