Aku mengenal nama “cakra” ketika aku masih kecil pada saat aku nonton kartun Avatar. Aku suka sekali dengan kartun tersebut. Kemudian ku ambil buku catatan Bahasa Indonesia, dan kulihat apa arti dari “cakra” tersebut. Cakra adalah “roda” atau “lingkaran”. Dengan pengetahuanku saat ini, mungkin bisa diartikan sebagai “roda kehidupan”.  
Ibu guru Bahasa Indonesiaku mengatakan bahwa, cakra berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu roda atau lingkaran, katanya. Menurut ibuku (ibuku bukan guru) cakra adalah tempat atau wadah untuk menyimapn sesuatu agar tetap awet yang terbuat dari tembaga pada zaman kerajaan. Cakra menurut sumber tradisional menyebutkan ada lima, tujuh, dan delapan.
Akan tetapi Sang Budha Guru Avatar ada delapan cakra. Delapan cakra inilah sumber kekuatan bagi Sang Avatar untuk mengalahkan Zuko si Raja Api.   Dalam Hinduisme dan dalam sebagian budaya Asia yang terkait dengan budaya Hinduisme memahami cakra sebagai pusat energi metafisik atau biofis dalam tubuh manusia.
Dalam perguruan Nur Almukmin menyebutnya delapan Latifah (delapan titik) sumber kekuatan manusia. Sehingga bagi individu tersebut jika dapat membuka cakranya dan mengendalikannya, maka kekuatannya akan menjadi luar biasa.
Wawasan adalah suatu pandangan atau penglihatan serta tinjauan ataupun tanggapan. Kita manusia harus memiliki wawasan yang luas, agar tidak ketinggalan zaman. Diera sekarang ini, dunia disuguhkan dengan berbagai teknologi, serba canggih, dan akhirnya manusia akan digantikan oleh robot-robot pekerja yang diimpor dari Negeri Sakura (Jepang).
Ibuku megatakan bahwa wawasan adalah cara pandang dan sikap seseorang mengenai diri dan bentuk pribadi serta orang lain. Lain halnya dengan bapakku, menurutnya wawasan adalah suatu pandangan selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi, juga melukiskan cara pandang, cara tinjau, atau cara pandang indrawi.
Jadi secara keseluruhan “Cakra Wawasan” adalah delapan topic pembahasan yang amat luas dari berbagai roda kehidupan dan pola masyarakat yang menunjukkan suatu pandangan selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi, juga melukiskan cara pandang, cara tinjau, atau cara pandang indrawi terhadap semua aspek yang ada di dunia.  
Kemudian “Cakra Wawasan” ini muncul dengan seberkas cahaya di atas Bukit Sigoler yang akan mampu memberikan penerangan, masukan, pencerahan, ilmu pengetahuan, tauladan, cerita, kesehatan, hiburan, cinta dan kasih sayang, serta apa aja yang bisa diberikan ke seluruh alam.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours