Belalek adalah bahasa melayu Singbebas (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas). Namun yang sering melafazkan kalimat “belallek” adalah masyarakat Kabupaten Sambas saat ini. Sedangkan kata “belallek” dalam bahasa Indonesia maksudnya adalah gotong-royong atau kerja sama, saling bantu-membantu dalam hal pekerjaan atau arisan.

 Biasaya kegiatan gotong-royong (belellek) yang sering dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Sambas adalah kegiatan pertanian. Misalnya mulai dari bumme, nandor, merumput, dan beranyi. Bumme dalam bahasa Indonesia artinya menebas rumput di sawah, nandor artinya menanam bibit anak padi di sawah, merumput maksudnya memotong atau mengambil rumput pada saat padi sudah berumur 2-3 bulan. Sedangkan beranyi dalam bahasa Indonesia maksudnya panen.

   Belallek juga sering dilakukan dalam acara perkawinan, yaitu ngantar pakattan atau impakattan. Impakatan adalah mengantarkan barang berupa ayam atau beras kepada keluarga yang melaksanakan acara perkawinan. Meskipun tuan rumah tidak menyuruh orang-orang untuk membawa ayam, itik, beras, atau duit. Akan tetapi masyarakat secara sadar membawa ayam (misalnya) ke rumah yang melaksanakan acara tersebut. Kebiasaan seperti itu sudah lama sejak zaman Kesultanan Sambas hingga zaman modern abad 20 ini. Apabila dikemudian hari ada orang yang akan melaksanakan acara perkawinan anaknya, maka orang tadi yang sudah melakukan acara perkawinan di rumahnya, akan membalas dengan hal yang serupa. Begitulah terus menerus kebiasaan adat di Kabupaten Sambas sejak zaman datok-datok Sultan Sambas.

Apabila mereka belellek di sawah beranyi atau nandor misalnya, selaku tuan punya tanah akan menyiapkan kue, air, atau nasi untuk dimakan pada saat istirahat yang masyarakat Sambas sebut dengan “nambol”. Arti kata “nambol” dalam bahasa Indonesia adalah makan kue. Biasanya kue yang mereka bawa adalah apam, ukkal inti (dokok-dokok), ukkal pisang (naga sari), kelappon pancit (ondel-ondel), nasek lammak (nasi ketan), dan banyak lagi yang lainnya. Sedangkan air yang dibawa biasanya adalah air kopi, air sirup, dan air masak (air putih), dan lain-lainnya. Kegiatan makan tambol di sawah pada saat belallek biasanya pukul 09.00 wiba, yang mereka lakukan di intare atau bantangan (sengkedan).   

Itulah tradisi belallek budaya masyarakat Kabupaten Sambas yang masih dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat di Kabupaten Sambas. Semoga budaya belallek ini tidak lengang atau hilang serta reput ditelan zaman yang mendekati zadul.  

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours