Selasa, 19 Mei 2015

Seni Tiga Etnik di Ukiran Batik Tidayu ciri khas Kota Singkawang


Seni Tiga Etnik di Ukiran Batik Tidayu ciri khas Kota Singkawang
Wendri, S.Pd.I
Selama ini kita hanya mengenal batik dari pulau Jawa, misalnya batik Laweyan, batik, Semarang, batik Laweyan Solo, batik Pekalongan, batik Jakarta, batik Solo, batik Surabaya, batik Kauman Pekalongan, dan batik Kauman.
Selama ini kita mengenal Kota Singkawang dengan kuliner serta berbagai tempat wisata yang indah-indah, kini Kota Singkawang memperkenalkan kepada bangsa Indonesia ini batik Singkawang yang diberinama “Batik Tidayu”. Batik Tidayu diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Singkawang pada tahun 2010.
Menurut Wendri, S.Pd.I, batik Singkawang dinamakan batik Tidayu karena motif yang tergambar dalam kain tersebut adalah perpaduan simbol-simbol dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang menjadi suku besar yang ada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.  


Batik Tidayu diperkenalkan kepada publik melalui perhelatan Little Singkawang di Salihara, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Warna pada batik Tidayu ini didominasi warna merah, ada yang warna coklat, dan ada juga berwarna merah agak oranye. Masing-masing corak merupakan perpaduan simbol Tionghoa dengan liongnya, kemudian dayak dengan ukiran khasnya, dan kipas serta model kayu ukiran melayu melekat di atas bahan kain.
Batik Tidayu memang unik apabila dibuat baju desain cheongsam dipadu dengan kalung khas dayak lengkap dengan aksesoris tidayunya. Batik ciri khas Singkawang ini tidak sama pembuatannya seperti batik dari Jawa. Karena keunikan dari batik Tidayu adalah batik Tidayu merefleksikan symbol-simbol Tionghoa, Dayak dan Melayu. 
Menurut Wendri, S.Pd.I beberapa waktu lalu pada tahun 2010 pernah mengikuti pertandingan MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) tingkat provinsi di Landak sebanyak 60 orang mewakili Kota Singkawang termasuk offesial. Batik Tidayu diperkenalkan oleh Ny Emma Hasan Karman, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Singkawang. Seluruh peserta dan rombongan (kapilah) Kota Singkawang diberi sehelai baju batik Tidayu sekaligus memperkenalkan batik Tidayu kepada masyarakat luas.

Pada tahun 2008 ia pernah mengikuti MTQ tingkat Kota Singkawang kategori tilawah remaja dengan mendapatkan Juara I (satu). Kemudian pada tahun 2010, ia juga mendapatkan Juara I dalam lomba tilawah remaja tingkat Kota Singkawang.  
Menurut Saputra, S.Pd. SD. batik Tidayu selain diperkenalkan melaui event budaya dan tradisional, kini batik Tidayu juga digunakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Singkawang, termasuk pelajar-pelajar dari SD hingga SMA di kota.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...