Ceritanya bermula setelah Kampung Setapok menjadi ramai karena banyak orang-orang yang berdatangan dari berbagai desa

Asal Usul Nama Kelurahan Setapuk Kecil
Ilustras: Kampung Setapuk
Nama kampung atau desa yang ada di Indonesia ini pada umumnya diberi nama berdasarkan kisah atau tokoh yang membuka tanah (lahan) tersebut demi untuk mengenang kejadian atau kisah, serta tokoh tersebut. Begitu juga dengan nama Setapuk Kecil ini, yang dulunya masih wilayah Kesultanan Sambas zaman Belanda disebut kampung Setapok.

Ceritanya bermula setelah Kampung Setapok menjadi ramai karena banyak orang-orang yang berdatangan dari berbagai desa atau kampung dan menetap di Setapuk dengan membuka hutan. Orang-orang yang berdatangan membuka hutan Setapuk semakin hari semakin jauh ke hulu, dan akhirnya Setapuk di bagi menjadi dua, yaitu setapuk bagian hulu yang disebut “Setapuk Hulu”, yang terdapat dibagian hulu atau ke arah hutan. Dan setapuk bagian hilir disebut “Setapuk Hilir” ke arah muara sungai.

Dengan berkembangnya penduduk Setapuk maka harus ada seorang yang menjadi pemimpin mereka. Maka dalam penunjukan itu, terpilihlah salah satu dari mereka yaitu Bang Allong. Bang Allong yang mempunyai nama asli M. Tabrani. Ia memimpin masyarakat dengan adil dan bijaksana. Selama ia menjabat semua urusan berjalan dengan lancar dan aman-aman saja. Baik setapuk hulu atau setapuk hilir tidak dibeda-bedakan. Tidak lama setelah itu M. Tabrani meninggal, kemudian Setapuk dipimpin oleh pengganti yang telh ditunjuk oleh masyarakat.
Secara keseluruhan Setapok di masa itu dipimpin oleh seorang Demang. Salah satu demang yang memimpin adalah “Akub”. Demang Akub memimpin dengan bijaksana, ia dicinta dan disukai oleh semua lapisan masyarakat di Setapok. Namanya terkenal sampai ke desa yang lain misalnya Semelagi, Sei Rasau, Sei Bulan, Sei Daun, dan kampung yang lainnya.

Dengan bertambahnya penduduk Setapuk, maka dibukalah sebuah parit kea rah hulu yang oleh penduduk tempat itu diberi nama dengan nama “Setapuk Parit” yang jalannya searah ke Desa Semelagi Kecil dan Semelagi Besar (Kabupaten Sambas sekarang). Setelah Setapuk Parit dibuka, maka penduduk pun ramai yang membuka lahan untuk mereka tinggal dan bercocok tanam serta berkebun.

Kemudian dibawah kepemimpinan tokoh masyarakat “Mat Ali” membuka parit membelah dua Setapok Besar. Dengan dibukanya parit yang membelah Kampung Setapuk maka wilayah itu di sebut “Setapuk Kecil” oleh masyarakat setempat. Wallahu Aklam Bissawab…
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

1 comments so far,Add yours

  1. tertarik debgan kampung melayu di singkawang, ada kah anda menemukan mesjid atau surau tua yang didirkan msyrakat setempat seusia kampung atau desa tersebut dibuka

    BalasHapus