2013

Beringin, yang disebut juga waringin atau kayu ara (bahasa Sambas) dan menurut Wikipedia (ki ara, ki berarti “pohon”). Pohon ini (beringin) dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pohon Beringin dengan nama latinnya adalah “Ficus benjamina”  telah tumbuh sudah sejak lama di bumi Indonesia hingga usianya saat ini mencapai ratusan tahun seperti yang tumbuh di Keraton Yogyakarta. Beberapa jenis pohon beringin seperti “Ficus” dari suku ara-ara-an atau “Moraceae”.

Pohon beringin yang tumbuh dengan rindang dan dapat dapat tumbuh dengan tinggi menjulang sering kali dianggap suci atau angker oleh penduduk yang mendukungnya (penduduk setempat). Sesaji sering diberikan pada pohon beringin ini sebagaimana yang kita ketahui di Pulau Jawa. Pohon Beringin ini yang umurnya semakin tua dan membesar dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Banyak makhluk-makhluk astral yang menghuni pohon beringin ini.

Pohon Beringin yang tumbuh ditengah kota Singkawang dahulunya adalah sebuah pohon yang besar. Namun sekarang pohon itu menjadi kecil karena pertumbuhannya ditelan oleh waktu. Walau demikian, pohon itu tetap berdiri tegak sebagai penyambut tamu yang dating dari berbagai daerah di Indonesia.

Cerita dibalik pohon beringin tersebut mungkin sama dengan cerita dari daerah lain tentang keangkeran dan mistiknya yang mengandung magis. Menurut beberapa nara sumber yang kami temui bahwa mereka sering melihat kenampakan nenek-nenek tua yang sedang bermain dengan anak dan cucunya di pohon tersebut. Kenampakan itu sering terjadi pada larut malam sekitar pukul 01.00 dini hari hingga pukul 03.00 wiba (waktu setempat). Cerota lain bahwa ada salah seorang pemuda yang kencing secara tidak sengaja di samping atau disekitar pohon tersebut. Akhirnya ia (pemuda) tersebut mengalami gatal-gatal pada alat kelaminnya (zakar). Lama-kelamaan alat kelaminnya tumbuh koreng dan bernanah.

Sudah beberapa mantra dan dokter yang ia temui, namaun hasilnya nihil. Kemudian ia menemui seorang paranormal di daerahnya. Paranormal (dukun) tersebut mengatakan bahwa ia salah kerjaan, yaitu kencing sembarangan.

Kemudian pemuda itu minta maaf kepada pohon tersebut (nenek-nenek penunggu pohon beringin tua, ceritanya juga ada di internet “Misteri Beringin Tua Bikin Kemaluanku Membusuk Oleh Jemy Haryanto”). Berdasarkan pandangan mata batin, juga dapat terlihat bahwa penunggu pohon beringin tua itu ada. Namun ia tidak mengganggu orang, kecuali orang tersebut berbuat yang tidak-tidak.

Dengan ini, penulis menghimbau kepada kawan-kawan jagalah pohon beringin tua tersebut sebagai pohon yang dilindungi. Karena pohon beringin itu adalah saksi bisu perjuangan masyarakat Sambas (tempo dulu) sekarang ”Kota Singkawang”. Dan pula jangan kencing sembarangan serta jangan lupa untuk berdo’a jika buang air (air kecil atau air besar) yang  bukan tempatnya (di hutan, di sawah, di gunung, di laut, di sungai, dan lain-lainnya seharusnya permisi dulu, nanti pamali orang Jawa bilang).  





  1. AYAT 19: MIN NUFFATIN KHOLAQOHO FAQODDARROHU,
  2. AYAT 20: SUMMAS SABILA YAS-SAROHU,
  3. AYAT 21: SUM-MA A-MATAHU FA-A’BAROHU,
  4. AYAT 22: SUM-MA IJA SYA-A AN-SAROHU

Artinya:

19. dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].
20. kemudian Dia memudahkan jalannya.[1558]
21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

Keterangan:

[1557] Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.
[1558] Memudahkan jalan Maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

(QS. ‘Abasa: 19-22).

Nah, itulah Gan doa untuk melancarkan persalinan berdasarkan ayat suci Al-Quran, dan banyak lagi ayat-ayat yang lain, kita ambil contoh tentang kekuasaan Allah seumpama Siti Maryam melahirkan Nabi Isa yang begitu mudahnya hanya sendirian. Seperti itu yang kita inginkan terhadap istri kita yang tercinta, contoh lain adalah mengenai proses kelahiran hewan yang di hutan, misalnya harimau, gajah, dan lain-lainnya termasuk kucing kita.

Semoga artikel kami bermanfaat buat kita semua.

Semenjak aku lahir ke dunia mayapada ini
Sudah berdiri dengan kokohnya sebatang pohon di kotaku
Semua orang mengatakan
Bahwa itu pohon beringin

Setiap kali aku pulang sekolah dari luar kota
Pohon beringin itu selalu menyambutku
Dengan lambaian daun-daunya yang amat lebat
Dan dengan nyanyiannya yang mendayu pagi

Banyak kenangan manis yang tidak akan terlupakan
Setiap pagi berangkat sekolah dan pulang
Pohon beringin tua selalu saja menyambutku
Seakan-akan ia selalu menantikan kedatanganku

Seandainya sekarang ini ia seperti dulu
Alangkah senangnya hatiku
Kini pohon beringinku tinggal sedahan saja
Akahkah ia dapat bertahan lama

Aku tau engkau tidak akan selamanya berdiri disitu
Semakin tua umurmu semakin mendekati mati
Seharusnya engkau menikmati hal-hal yang baik
Untuk melahirkan beringin yang baru sebagai penggantimu
Agar engkau dapat pergi dengan tenang

Entah apa lagi nantinya penggantimu
Jika kau pergi meninggalkan kota ini dan aku
Apakah akan sama sepertimu
Tumbuh kokoh ditengah Kota Singkawang

Wahai para saudara-saudaraku yang terhormat
Jangan perdebatkan kembali Polemik yang berkembang
Lapangkan dada yang lebar, cinta damai, salin mengasihi,
demi Pohon Beringin kita
demi Kota Singkawang yang aman dan bahagia

Karya: Sugianto, S.Pd.I




Mulok adalah salah satu pelajaran yang bermuatan mengenai daerah tertentu. Mulok atau dengan nama lain muatan lokal berisi materi tentang budaya atau kulture yang ada di daerah tersebut. Pelajaran mulok sangat penting sekali bagi anak sekolah dasar atau lanjutan pertama. Karena materi yang ada di dalam pelajaran mulok tersebut merupakan suatu khazanah yang harus diketahui oleh anak didik dari SD (Sekolah Dasar) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). 

Buku molok karangan Sugianto, S.Pd.I yang dicetak atau diterbitkan sementara di Singkawang melalui percetakan “Contras” telah dibedah oleh pengawas dan guru enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Pemangkat untuk merefisi kelas satu, Kecamatan Semparuk merefesi buku mulok kelas lima, Kecamatan Tebas merefisi buku mulok kelas enam, Kecamatan Jawai Selatan merefisi buku mulok kelas empat, Kecamatan Sambas merefisi buku mulok kelas dua, dan Kecamatan Teluk Keramat merefisi buku mulok kelas tiga.

Kepada Pengawas dan guru yang ditunjuk oleh Ketua Pengawas Kabupaten Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas yaitu Bapak H. Guntur, S.Pd kurang lebih satu bulan. Kini buku tersebut (mulok Adat dan Tradisi Kabupaten Sambas) telah rampung direfisi dan sudah siap untuk dicetak serta diterbitkan sesuai dengan jumlah siswa Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Sambas atau sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Nama-nama Tim yang merefesi buku molok Adat dan Tradisi Kabupaten Sambas tersebut ialah:

TIM REFISI BUKU MULOK PENGETAHUAN ADAT DAN TRADISI

1.      JUNDI, S.Pd                              :     Kecamatan Pemangkat                Kelas 1
2.      JALALUDDIN, S.Pd                  :     Kecamatan Pemangkat                Kelas 1
3.      H. JAMIRI H. SAHUN, S.Pd     :     Kecamatan Pemangkat                Kelas 1
4.      MASWARI, S.Pd.SD                 :     Kecamatan Sambas                     Kelas 2
5.      FATMAWATI, S.Pd.SD            :     Kecamatan Sambas                     Kelas 2
6.      IMAM SANTOSO, S.Pd.SD     :     Kecamatan Sambas                     Kelas 2
7.      EMI ERLITA, S.Pd.SD              :     Kecamatan Teluk Keramat          Kelas 3
8.      MARTA, S.Pd.SD                      :     Kecamatan Teluk Keramat          Kelas 3
9.      SAFARI, S.Pd.SD                      :     Kecamatan Teluk Keramat          Kelas 3
10.  RABUANSYAH, S.Pd               :     Kecamatan Jawai Selatan            Kelas 4
11.  BURHAN, S.Pd                         :     Kecamatan Jawai Selatan            Kelas 4
12.  ALAMSYAH, S.Pd                    :     Kecamatan Jawai Selatan            Kelas 4
13.  ELRINO, S.Pd                           :     Kecamatan Semparuk                 Kelas 5
14.  MUH. SAHERI, S.Pd.SD           :     Kecamatan Semparuk                 Kelas 5
15.  APRILENI, S.Pd.I                      :     Kecamatan Semparuk                 Kelas 5
16.  NAHARI, S.Pd.SD                     :     Kecamatan Tebas                        Kelas 6
17.  DULMAN, S.Pd.SD                   :     Kecamatan Tebas                        Kelas 6
18.  MUNZIR, S.Pd                          :     Kecamatan Tebas                        Kelas 6
Yang rencana Insya Allah buku Muatan Lokal (mulok) Adat dan Tradisi Kabupaten Sambas tersebut akan diterbitkan pada semester dua ini yaitu Tahun Pelajaran 2013-2014. 
Lihat bukunya di bawah ini! 










Setiap guru yang mengajar di sekolah mulai dari Paud, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga perguruab tinggi, pasti mempunyai RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Namun, namanya saja yang berbeda, jika di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) namanya RKH (Rencana Kegiatan Harian), dari Sekolah Dasar baik itu SDS, MIS, MIN dan SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, namanya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), jika di Perguruan Tinggi namanya SAP (Satuan Acara Perkuliahan).

Tujuan dari RKH/RPP/SAP adalah agar seorang guru/dosen yang megajar tepat sasaran berdasarkan tujuan dari pembelajaran yang ada di RKH/RPP/SAP. Jika anda tidak mempunyai RKH/RPP/SAP, maka pembelajaran yang anda berikan akan melenceng dan tidak sesuai dengan pembelajaran. Jika anda membutuhkan RPP mengenai materi Matematika Klik di sini ya “RPP Matematika SMK Kelas X Semeter 2 Materi Sel Eukariotik Tapel 2013/2014”.

Semoga apa yang telah kami berikan bermanfaat bagi kita semua. Semoga pula apa yang kami lakukan mendapat pahala dari Sang Pencipta (Allah SWT).  







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah  : SMK N 1 SELAKAU
Mata Pelajaran             : Matematika
Semester                      : 2
Kelas                           : x

A.                                                                    Tujuan Pembelajaran
Melalui strategi Index Card Match, siswa dapat diharapkan dapat:
-      Menjelaskan pengertian Pembelahan Meiosis
-      Menjelaskan tahap-tahap pembelahan meiosis
       Karakter siswa yang diharapkan
-      jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
B.                                                                    Materi Pembelajaran
Setiap sel dapat memperbanyak diri membentuk sel-sel yang baru melalui proses pembelahan. Pembelahan sel tersebut  merupakan cara untuk berkembangbiak. Pembelahan sel tersebut dibagi menjadi 2: pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis.
Pembelahan Meiosis
 Meiosis  biasanya hanya berlangsung pada organ reproduksi, yakni ketika organ reproduksi akan menghasilkan sel-sel gamet. Tujuan pembelahan meiosis adalah untuk menghasilkan sel anak yang memiliki setengah set kromosom sel induknya.
Meiosis berlangsung 2 tahap, yaitu didahului meiosis I dan kemudian dilanjutkan dengan miosis II.
a.     Meiosis 1
1)        Profase I
Benang-benang kromotin semakin tebal dan pendek, kemudian membentuk kromosom. Kromosom mengandakan diri membentuk kromatid ( kromosom homolog). Karena kromatid saling menempel maka terjadi tukar menukar gen antara kromotid.
2)        Metafase I
Pasangan kromosom homolog mengatur diri di daerah eekuator. Dalam fase ini kromosom berbaris berpasangan dan tidak terjadi pembelahan sentromer.
3)        Anafase I
Kromosom bergerak menuju ke kutub masing-masing, dan tidak terjadi pembelahan sentromer
4)        Telofase I
Kromosom tiba di kutub masing-masing, terbentuk kembali membran inti, diikuti dengan pembagian sitoplasma sel. Tiap-tiap sel anak mengandung kromosom, akhirnya terbentuk  2 sel anak haploid. Pada saat ini, sel sudah siap memasuki pembelahan meiosis II.
b.    Meiosis II
1)        Profase II
Benang-benang kromotin menebal dan memendek membentuk kromosom. Kromosom menggandakan membentuk kromotid.
2)        Metafase II
Kromosom berjajar di  daerah ekuator, dan tidak berpasangan. Sentromer terbelah.
3)        Anafase II
Kromosom bergerak menuju ke kutub masing-masing.
4)        Telofase II
Kromosom sampai di kutub masing-masing, terbentuk membran inti. Tiap-tiap inti mengandung kromosom, yang akhirnya terbentuk 4 sel anak yang haploid.
C.                                                                    Metode Pembelajaran
Ceramah, Tanya Jawab, dan Index Card Match
D.                                                                    Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan:
Apersepsi:
Siswa dijelaskan tentang pengertian Pembelahan Meiosis
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini untuk memahami tentang Pembelahan Meiosis
Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1.    Siswa menyimak secara cermat penjelasan guru mengenai pengertian Pembelahan Meiosis
2.    Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; secara jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
3.    Guru melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
Dalam kegiatan elaborasi:
1.    Melalui Ceramah dan tanya jawab, siswa dapat menjelaskan tentang Pembelahan Meiosis
2.    Melalui Index Card Match,  siswa dapat memahami dan menjelaskan Pembelahan Meiosis
3.    Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang Pembelahan Meiosis
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi :
1.    Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
2.    Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Penutup        
1.    Dengan bimbingan guru dan siswa diminta untuk membuat rangkuman materi
2.    Siswa dan guru melakukan refleksi
3.    Guru memberikan tugas rumah (PR)
4.    Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
5.    Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
E.                                                                     Alat danbahan
1.    Alat                              : - Spidol
: - Kertas
2.    Sumber belajar :
-        Buku paket
-        buku referensi lain yang relevan
F.                                                                     Penilaian
1.    Teknis/jenis                  : kuis dan tugas individu
2.    Bentuk instrumen          : tes tertulis dan tes lisan
3.    Instrumen/soal;
1.    Jelaskan pengertian Metafase I
2.    Jelaskan pengertian Anafase II





Singkawang, ............................ 2013

Mengetahui
Kepala SMK N 1 SELAKAU


.............................................
Guru Mata Pelajaran



DULHADI



Cacat adalah kekurangan (kerusakan, ketidak sempurnaan, dan lain sebagainya) yang terdapat pada tubuh, benda, atau pada barang. Sedangkan cacat tubuh adalah kekurangan atau kerusakan pada tubuh misalnya pada tangan, kaki, mata, hidung, telinga, (panca indra) dan anggota tubuh yang lainnya. Jika matanya buta disebut tuna netra, jika telinga tuli maka disebut tuna rungu, jika bisu maka disebut tuna wicara, jika cacat tubuh tuna daksa, jika tidak punya rumah tuna wisma (tidak termasuk cacat).

Tahukah anda kapan dilaksanakannya Hari Penyandang Cacat Internasional? Hari Penyandang Cacat Internasional (Indonesia) diperingati setiap tanggal 3 Desember. Hari Penyandang Cacat Internasional adalah perigatan internasional yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau dengan kata lain PBB sejak tahun 1992 (seribu sembilan ratus sembilan puluh dua) yang diperingati setiap tanggal tiga Desember.

Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat. Para penyandang cacat juga merasa diperdulikan dan diperhatikan oleh pemerintah dan oleh mata dunia. Selama ini orang-orang cacat hanya dipandang sebelah mata. Untuk apa mereka diciptakan kedunia? Mungkin hanya untuk bahan eksperimen atau cacian atau pula tontonan serta hinaan.

Coba lihat orang-orang cacat di bawah ini yang dapat kami himpun. Mereka dengan kecacatannya masing-masing, dan jika anda merasa peduli kepada mereka sisihkan rezeki anda buat mereka dan transfer ke kami, maka akan kami salurkan rezeki anda kepada mereka. Kini saya mengetuk hati Bapak/Ibu, Saudara (i) sekalian, tolong kirimkan uang seikhlas dan seadanya kepada saya dengan No Rekening 3478-01-027191-53-3 atas nama Sugianto, BRI Unit Singkawang Kota. Namun, Jika anda (bapak/ibu/sdra/sdri) “Peduli dan simpati”.

































Sholat adalah tiang agama, barang siapa yang tidak sholat, berarti ia telah merobihkan tiang agama. Maka dirikanlah sholat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dengan sholat kita akan terlepas dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al 'Ankabuut ayat 45 yang artinya “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-‘Ankabuut: 45). 

Kemudian timbul pertanyaan mengapa sholat itu berat? Sholat itu berat karena kita tidak khusuk untuk melakukannya, kita masih mementingkan urusan dunia, lihat saja, ketika kita sholat, kita teringat akan sesuatu, misalnya pakaian belum diangkat atau dicuci, PR rumah atau tugas kuliah, pekerjaan kantor, pacar, selingkuhan, menyusun strategi, dan banyak lagi yang lainnya. Allah telah banyak memerintahkan atau memperingatkan kepada manusia mengenai hal ibadah, contoh-contoh orang terdahulu yang mendapat azab, karena tidak sholat dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah swt dalam surah Al Kahfi ayat 54 yang artinya “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi: 54).

Sholat itu terasa berat karena kita tidak ikhlas untuk mengerjakannya, seolah-olah sholat itu menjadi “beban” bagi kita. Coba jika sholat itu dijadikan sebagai “kebutuhan” seperti layaknya kita makan dan minum. Insya Allah sholat itu mudah dan nyaman serta khusuk. Jadi tidak ada lagi perkataan yang akan kita dengan bahwa “sholat itu berat”.